Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

REVIEW ENTERPRENEURSHIP BAGI WIRAUSAHA PEMULA

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada September 17, 2013

Sebuah artikel yang berisi tentang rangkuman mengenai review enterpreneur bagi wirausahawan pemula. Tema ini diambil dengan tujuan untuk membantu bagi orang-orang yang ingin membuka wirausaha supaya memiliki orientasi sikap dan kepribadian wirausaha. Karakter wirausaha yang telah terbentuk akan secara langsung akan mendorong seseorang masuk di dunia usaha seperti yang dia impikan. Artikel ini merupakan rangkuman dari beberapa sumber dan sedikit penjelasan yang mendukung pada pengertian dan maksud yang adai pada indikatornya.

A. KARAKTER WIRAUSAHAWAN TERKAIT DENGAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

  1.  Pembinaan komitmen tinggi. Calon wirausaha harus mengalami pembinaan karakter dalam hal komitmen yang tinggi. Pengusaha yang suskes karena dia memiliki karakter komitmen yang tinggi dalam dirinya. Karakter komitmen ini terwujud dalam kegiatan seperti: komitmen pada tandar kualitas produk, kualitas manajemen, realisasi perencanaan, komitmen pada pengembangan produk dan manajemen organisasi, komitmen pada MoU rekan bisnis, komitmen pada suplier.
  2.  Menghayati kegiatan wirausaha. Pembentukan karakter yang memiliki jiwa penghayatan terhadap kegiatan berwirausaha sangat mendukung sekali dalam menciptakan wirausahawan baru dan handal. Seorang wirausaha yang menghayati dengan sungguh-sungguh kegiatan wirausahanya akan menimbulkan semangat besar dan dorongan yang menuntun kepada intuisi-intuisi berwirausaha yang baik. Penghayatan yang dilakukannya akan membantu dalam membaca situasi yang baik dan yang buruk.
  3. Berbuat dan bekerja prestatif, efektif, dan efisien. Seorang wirausaha baru ketika mampu menyelesaikan pekerjaan sudah merasa senang. Pekerjaan yang selesai harus sebanding dengan pendapatan dan keuntungan yang diperoleh. Bekerja secara serampangan lebih mengarah kepada hasil yang tidak baik. Seorang wirausaha harus mengerti betul tentang berbuat dan bekerja secara prestatif. Pekerjaan yang dikerjakan secara prestatif dapat diartikan wirausahawan tersebut berpegangan pada prinsip efektif dan efisisen.
  4. Memahami masalah usaha dan tepat dalam membuat keputusan dari solusi masalah. Kemampuan memahami masalah tidak bisa datang secara tiba-tiba. Kemampuan ini harus diolah dengan kecerdasan dan pengalaman di lingkungan hidup. Wirausahawan yang mampu memahami masalah dan membuat keputusan yang tepat akan membantu dirinya lepas dari kesulitan.
  5. Pengamatan lingkungan usaha yang cermat. Lingkungan usaha sangat mendukung beroperasinya bisnis yang dibangun. Kecermatan pengamatan lingkungan diperlukan dalam membangun kepekaan intuisi wirausahawan. Lingkungan usaha yang diperhatikan lebih awal adalah lingkungan sekitas bisnis kemudian melebar ke lingkungan yang lebih jauh. Lingkungan usaha itu diantaranya lingkungan demografi, sosial politik, keamanan dan ketahanan lingkungan.

B. POTENSI KEKURANGAN MENJADI WIRAUSAHAWAN
Disamping peluang-peluang atau manfaat menjadi wirausahawan, terdapat potensi kekurangan yaitu:

  1. Pendapatan yang tidak pasti. Membuka dan menjalankan sebuah bisnis tidak memberi jaminan bahwa wirausahawan akan menghasilkan cukup uang untuk hidup. Permintaan order yang tidak rutin dan penolakan order yang sering terjadi megindikasikan bahwa pendapatan tidak pasti.
  2. Risiko kehilangan seluruh investasi. Sebelum sampai pada keputusan mendirikan usaha, wirausahawan harus bertanya pada diri sendiri apakah mereka secara psikologis mampu mengatasi akibat konsekuensi kegagalan? Banyak para wirausahawan pemula yang bermodal nekad. Mereka berani menghadapi resiko tetapi kenyataannya mereka tidak bisa menerima resiko yang terjadi. Menghadapi kegagalan merupakan sebuah hal biasa bagi wirausahawan tetapi menghadapi kebangkrutan dan kehilangan seluruh investasi merupakan sebuah bencana besar. Hal ini yang menyebabkkan wirausahawan pemula akhirnya mundur dari jalur bisnis ketika ia kehilangan seluruh investasi.
  3. Kerja lama dan kerja keras. Semua wirausahawan banyak membutuhkan waktu dan usaha keras pada bisnisnya. Wirausahawan harus selalu kuat karena dia harus bekerja lama dan bekerja keras. Bagi wirausahawan yang tidak mampu dan kuat dalam berkerja lama dan bekerja keras maka akan mundur secara perlahan. Etos kerja yang rendah akan membuat seorang
  4. Ketegangan mental yang tinggi. Berwirausaha itu menanamkan modal yang besar di luar keamanan dan kemampuan keuangan yang dimiliki. Kegagalan dalam berwirausaha berarti akan kehilangan seluruh investasi. Memikirkan program dan kegiatan usaha yang dapat menghasilkan omset dan keuntungan akan menciptakan tingkat ketegangan dan kekhawatiran yang tinggi bagi wirausahwan. Ketegangan yang berfokos pada kelangsungan usahanya mempengaruhi kondisi mental wirausahwan tersebut. Wirausahawan yang tidak mampu hidup dalam ketenggangan mental yang tinggi akan lebih memilih keluar dari jalur wirausaha dan masuk ke dunia karyawan yang lebih aman dan nyaman baginya.
  5.  Tanggung jawab penuh. Dalam berbagai situasi wirausahawan harus mengambil keputusan hal-hal yang belum tentu dikuasainya sedangkan keputusan tersebut bisa berdampak baik atau buruk pada orang/bisnisnya dan ia harus bertanggung jawab penuh. Orang yang tidak mampu memegang tanggung jawab besar dan penuh akan memilih mundur dari kegiatan bisnis.

C. LANGKAH MENUJU WIRAUSAHA
Menjadi wirausaha yang berhasil diperlukan langkah-langkah yang meliputi ide, kemauan, perencanaan, semangat kerj keras, hubungan. Penjelasan langkah-langkah tersebut dapat dilihat di bawah ini,

  1. Harus memiliki ide bisnis yang jelas. Seorang wirausaha ketika akan mengawali bisnisnya harus memiliki ide bisnis. Ide bisnis ini tidak sekedar ide yang keluar secara tiba-tiba atau spontan ketika bertemu dengan seeorang diperjalanan atau bertemu dengan teman lama. Bisnis yang akan dijalankan harus memiliki ide bisnis yang jelas. Ide yang jelas dapat diartikan bahwa ide tersebut riel, tidak mengambang, punya sasaran dan tujuan, ada visi dan misi yang dapat diraih, mudah untuk dijalankan, memiliki daya dukung (soft skill dan hard skill) yang kuat, memiliki peluang bisnis yang baik dan prospektif.
  2. Ada kemauan dan keberanian menghadapi risiko. Seseorang yang ingin berwirausaha dan sukses di masa depan maka dia harus menumbuhkan kemauan dan keberanian menghadapi resiko. Kemauan yang kuat dan berani menghadapi resiko merupakan sebuah karakter yang pantang menyerah. Kemauan yang keras merupakan cara yang tepat menghadapi resiko yang akan timbul di lingkungan bisnis.
  3. Membuat perencanaan dan pengorganisasian usaha. Organisasi bisnis tidak akan maju dan berjalan sesuai yang diimpikan tanpa adanya sebuah perencanaan dan pengelolaan dengann baik. Perencanaan dan pengorganisasian usaha yang baik merupakan kunci kelangsungan kegiatan operasional bisnis itu sendiri. Semakin baik perencanaan dan pengorganisasian dan hasilnya semakin mendekati perencanaan awal maka bisnis tersebut cenderung berhasil.
  4. Kerja keras. Dunia bisnis tidak sekedar dunia yang santai dan statis. Dunia bisnis adalah dunia yang berkembang dan futuristik. Dunia yang tidak berhenti di satu tempat saja maka seorang wirausahawan yang menginginkan bisnisnya tetap berjalan dan maju berkembang harus berani bekerja keras supaya bisa menghadapi perubahan dan perkembangan lingkungan bisnis.
  5. Mengembangkan hubungan dengan semua pihak. Sebuah bisnis yang berjalan sebaiknya mengembangkan hubungan kerjasama yang baik. Pengembangan hubungan dengan baik dapat dilakukan di dalam organisasi bisnis dan di luar organisasi bisnis. Hubungan kerjasama bisnis yang baik dapat membantu pengembangan dan ekspansi bisnis yang mengarah kepada keberhasilan bisnis itu sendiri.

D. CARA MEMASUKI DUNIA USAHA
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai/memasuki dunia usaha, yaitu:

  1. Merintis usaha baru (starting), yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan ide, modal, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri. Usaha baru tersebut usaha yang belum ada sama sekali di lingkungan bisnis maupun usaha baru bagi diriya sendiri.
  2. Membeli perusahaan orang lain; yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan dan dirintis oleh orang lain dengan nama dan bentuk organisasi yang sudah ada. Kemampuan uang yang lebih memungkinkan seseorang untuk membeli perusahaan atau bisnis yang sudah berjalan. Perusahaan yang akan dibeli biasanya perusahaan yang hampir bangkrut karena kesulitan keuangan. Ada pula perusahaan yang sehat tetapi membutuhkan dana untuk pengembangan bisnis yangn baik. Contoh Rokok Djarum Kudus awalnya membeli pabrik rokok yang hampir bangkrut. Perusahaan Mebel Kharisma Klasik awalnya membeli perusahaan mebel yang mulai bagkrut.
  3. Kerja sama manajemen (franchising); yaitu kerja sama antar wirausahawan/franchisee dengan perusahaan besar/franchisor dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha/waralaba. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal berupa pemilihan tempat, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, dll. Kerjasama manajemen sangat menarik karena tidak membutuhkan tenaga dan pemikiran ekstra dalam mengawali sebuah bisnis. Kerjasama manajemen ini cukup membutuhkan dana yang besar dan tempat yang memadai untuk operasinal bisnis. Contoh kerjasama bisnis ini adalah: Pizza Hut, KFC, Mc Donald, Indomaret, Alfamaret, Bengkel Motor Honda-Ahas, Bengkel Motor Yamaha Kencana Motor, Apotek K-24.

E. FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN BISNIS KECIL
Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan bisnis kecil yaitu: keterbatasan SD, kurangnya pengalaman manajemen, lemahnya kendali keuangan, gagal mengembangkan perencanaan jangka panjang, lokasi yang tidak sesuai, dll

  1. Keterbatasan sumber daya; meliputi kurangnya kemampuan untuk mengelola SDM, kemampuan teknik, berkoordinasi, kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  2. Kurangnya pengalaman manajemen; terutama kemampuan untuk mengambil keputusan, kepemimpinan dan pengetahuan yang diperlukan agar bisnis berjalan.
  3. Lemahnya kendali keuangan; umumnya pada bisnis kecil yaitu kurangnya modal dan kelemahan dalam kebijakan kredit terhadap pelanggan
  4. Gagal melakukan perencanaan; akan berakibat pada gagalnya agar bisnis bertahan hidup. Tanpa rencana strategis, bisnis tidak memiliki dasar yang kuat dalam bersaing. Perlu dipikirkan: apakah produk mampu dibeli oleh pelanggan, siapa pelanggan sasarannya?, Bagaimana cara mempertahankan pelanggan?
  5. Lokasi yang buruk; seringkali pemilihan lokasi tidak berdasar penelitian sehingga penjualan tidak berkembang. Oleh karena perlu dicari lokasi usaha yang strategis.

Satu Tanggapan to “REVIEW ENTERPRENEURSHIP BAGI WIRAUSAHA PEMULA”

  1. youtube.com

    see here for the best md home inspectors

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: