Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

MASALAH : SUMBER DAN PARAMETER EVALUASI

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Februari 6, 2013

Sumber Masalah
Sumber masalah bisa muncul dari beberapa hal diantaranya (Ranjit Kumar, 1996): A) Masalah yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem) yaitu sumber masalah yang datang dari diri manusia itu sendiri. Masalah ini timbul karena kekurangan atau sisi lebih dari manusianya oleh karena itu kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar manusia yang bukan masalah. Contoh sumber masalah di lingkungan industri, karyawan memiliki masalah hutang di rumah yang akhirnya menyebabkan konsentrasi kerja menurun. B) Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program/system) yaitu masalah yang timbul karena ada hubungannya dengan software di sekitar lingkungan kerja. Masalah-masalah ini timbul berhubungan dengan cara kerja, teknik, struktur kerja. Contoh sumber masalah di lingkungan industri, manajer yang berkeinginan semua pekerjaan dan tanggung jawabnya selesai dengan cepat ternyata kesulitan menemukan satu sistem yang tepat di perusahaan karena karyawan selalu ada pekerjaan yang selalu tumpang tindih dan harus segera selesai semua. C) Masalah di Perangkat Keras (Hardware) yaitu masalah yang timbul karena ada hubungannya dengan hardware di sekitar lingkungan kerja. Masalah-masalah ini timbul berhubungan dengan perangkat keras yang utama dan perangkat keras yang mendukung kerja operasional perusahaan. Contoh sumber masalah di lingkungan industri, sebuah tender tidak dapat selesai tepat waktu karena alat pendukung yang akan dipakai datang tidak tepat waktu. D) Fenomena yang Terjadi (Phenomenon) yaitu masalah yang timbul karena fenomena yang ada di sekitar kita dan kejadian tersebut menjadi masalah yang menarik dipelajari dan diselesaikan. Contoh sumber masalah di lingkungan industri, fenomena bahwa situs portal (company web) yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung sehingga tidak ada pembelian dari konsumen lewat web.

Parameter evaluasi masalah
Masalah yang terjadi tidak dapat dengan mudah dikatakan masalah supaya masalah yang terjadi dapat diketahui benar-benar masalah maka perlu evaluasi masalah. Untuk mempermudah evaluasi masalah harus menggunakan parameter. Di bawah ini akan diuraikan beberapa parameter evaluasi masalah: A) Menarik. Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk melakukan masalah dengan serius. Parameter yang digunakan adalah sangat menarik, menarik, tidak menarik. Contoh masalah dilingkungan industri : Kapasitas produksi semakin meningkat dalam hitungan minggu. B) Bermanfaat. Masalah harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia. Masalah juga diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam skala besar (secara nasional maupun internasional) maupun secara khusus di komunitas kita (kampus, sekolah, keluarga, perusahaan, unit kerja, dsb). Parameter yang digunakan adalah sangat bermanfaat, bermanfaat, kurang bermanfaat. Contoh masalah di lingkungan industri : Usulan warga sekitar pabrik untuk dibuatkan lampu penerang di setiap sudut bangunan pabrik. C) Hal Baru. Masalah yang terjadi bisa membawa pada suatu hal yang baru. Hal baru tersebut bisa berati masalah baru, situasi baru, solusi baru apabila kita komparasi (bandingkan) dengan solusi lain bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dan praktis. Bisa juga kebaruan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada. Parameter yang digunakan adalah membawa, kurang membawa, tidak membawa. Contoh masalah di lingkungan industri : Usulan warga sekitar pabrik kepada perusahaan untuk mengolah limbah sebelum dibuang keluar pabrik. D) Dapat Diuji (diukur). Masalah beserta variable dan indikatornya harus merupakan sesuatu yang bisa diuji secara empiris (nyata) supaya proses masalah kita sempurna. Ketika kita merumuskan masalah masalah tersebut harus dibuat menjadi beberapa variabel (sub masalah) yang nantinya harus kita teliti dan diuji secara ilmiah dengan beberapa dan alat hitung parameter. Parameter yang digunakan adalah sangat terukur, kurang terukur, tidak terukur. Contoh masalah di lingkungan industri : Pembuatan pabrik baru dengan melihat kenaikan tingkat produksi per bulan. E) Dapat Dilaksanakan. Masalah yang  dikemukakan harus dapat dilaksanakan sehingga tidak sekedar masalah kosong. Masalah yang bagus berkualitas akan menjadi lucu dan naif kalau akhirnya secara teknik masalah tersebut tidak bisa dilakukan. Maksud dari masalah dapat  dilakukan adalah berkaitan erat dengan keahlian, ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana sehingga menghindari research impossible. Parameter yang digunakan adalah sangat mudah dilaksanakan, tidak mudah dilaksanakan, tidak dapat dilaksanakan. Contoh masalah di lingkungan industri : Penataan ulang pabrik dengan melihat alur kerja produksi. F) Merupakan Masalah Yang Penting. Masalah yang ditemukan memiliki gambaran pada kita bahwa ketika merumuskan sebuah masalah jangan sampai kita merumuskan suatu masalah yang tidak penting. Parameter yang digunakan adalah sangat penting, kurang penting, tidak penting. Contoh masalah di lingkungan industri : Penataan ulang pabrik dengan melihat kenaikan tingkat produksi per bulan yang cenderung menurun. G) Tidak Melanggar Etika. Objek masalah yang dikemukakan tidak melanggar etika yang berlaku di lingkungan perusahaan dan masyarakat sekitar. Dalam menyelesaiakan masalah harus emperhatikan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek masalah, tidak melanggar privacy, publikasi harus dengan persetujuan obyek masalah, tidak boleh melakukan penipuan dalam pengambilan data maupun pengolahan data. Parameter yang digunakan adalah melanggar, tidak melanggar. Contoh masalah di lingkungan industri : Pembuatan Visi dan Misi perusahaan yang baru.

DAFTAR PUSTAKA

Guntar, Ahmad. http://bloomlaboratory.com/definisi-masalah-dan-sasaran-dalam-pemecahan-masalah-problem-solving.html/
Hendro. Kewirausahaan untuk SMK dan MAK Kelas X Jilid 1.Jakarta: Erlangga. 2010
http://kangguru.wordpress.com/2007/02/01/teknik-pemecahan-masalah-ala-g-polya
Kasim, Azhar. Teori Pembuatan Keputusan. Jakarta : Lembaga Penerbit FE UI. 1995
Syamsi, Ibnu. Pengambilan Keputusan (Decision Making). Jakarta : Bina Aksara. 1989
Wahono, Romi Satria .Teknik Identifikasi Masalah dalam Masalah. diposting pada http://www.ubb.ac.id/tanggal 2008-10-07

Download Di Sini

2 Tanggapan to “MASALAH : SUMBER DAN PARAMETER EVALUASI”

  1. idebenone said

    Audit lingkungan merupakan perangkat manajemen yang dilakukan secara internal oleh suatu bisnis usaha atau kegiatan sebagai tanggung jawab pengelolaan dan pemantauan lingkungannya. Audit lingkungan merupakan kegiatan proaktif yang dilaksanakan secara inisiatif untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang akan timbul sehinga dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya.

  2. Penanaman pohon bertujuan untuk mengantisipasi masalah banjir dan tanah longsor, akibat gersangnya lahan, Meminimalkan dampak pemanasan global, mencegah punahnya flora dan fauna sehingga menciptakan lingkungan hidup yang lestari. Selain itu, mengembalikan lagi bersihnya udara yang dihirup oleh tubuh yang berdampak langsung bagi kesehatan tubuh manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: