Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

POTENSI MUNDURNYA SEORANG WIRAUSAHA

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Januari 7, 2012

Seseorang yang menjalankan usaha akan mencapai keberhasilan atau malah mengalamai kegagalan. Keberhasilan dan kegagalan dalam berwirausaha adalah bagian dari perjalanan berwirausaha. Semua potensi diri dikerahkan dalam mencapai keberhasilan usaha tetapi ada beberapa faktor membuat gagal dalam menjalankan usaha tersebut. Faktor tersebut bersangat berpotensi yang membuat seseorang mundur dari wirausaha, potensi-potensi itu adalah,

1. Pendapatan yang tidak menentu. Pendapatan di dunia usaha tidak selalu terus menerus ada. Hal ini dikarenakan order yang diterima tidak selalu rutin artinya kadang ada dan kadang tidak ada. Kesulitan order disebabkan banyaknya pesaing, sulitnya memenuhi keinginan konsumen (bentuk, jumlah, waktu pembuatan, pembayaran). Kesulitan order juga dipengaruhi oleh kemampuan untuk memperoleh peluang pendapatan yang ada di dunia usaha. Kemampuan ini sangat tergantung pada kemampuan wirausaha dalam menganalisis pasar yang meliputi aspek-aspek,

a. Kemampuan untuk menganalisis demografi pasar, yaitu kemampuan untuk melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan pendidikan. Bagi wirausahawan yang tidak mampu menganalisis demografi pasar akan membuat dirinya sulit membaca keinginan dan minat para konsumen pada saat ini. Wirausahawan yang kesulitan membaca demografi pasar akan melakukan pembelian barang untuk stok yang belum tentu akan cepat terjual begitu pula sebaliknya jika dia memproduksi barang maka dia akan memproduksi barang yang akhirnya akan menjadi produk stok dan tidak tahu kapan akan terjual.
b. Kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing, yaitu kemampuan memandang yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan dalam rangka mengenal tingkah laku dari pesaing. Sifat dan tingkah laku pesaing ini meliputi: bagaimana mereka mengatur strategi penjualan, bagaimana mereka membuat konsumen selalu mengarah pada pilihan produknya, bagaimana mereka mengatur jumlah produksi dan stok dalam rangka mengendalikan pemasaran. Jika seorang wirausahawan tidak mampu menganalisis sifat dan tingkah laku pesaing maka akan kesulitan dalam menghadapi penjualan produk mereka.
c. Kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing, yaitu kemampuan melihat keunggulan yang dimiliki pesaing yang berhubungan dengan produk, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, kemampuan memperoleh suplier yang lebih murah. Apabila seorang wirausahawan tidak mampu melihat keunggulan pesaing maka dia akan jatuh dengan kelemahan yang dia benturkan dengan keunggulan yang dimiliki oleh pesaingnya. Dengan demikian akan memepercepat wirausahawan tersebut gulung tikar.
d. Kemampuan untuk menganalisis kevakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang usaha baru, yaitu kemampuan melihat pesaing yang dalam posisi diam tidak melakukan aktivitas di pasar. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pesaing tersebut melakukan kegiatan yang selama ini tidak terlihat. Kevakumam ini bisa diartikan bahwa pesaing tersebut tidak bangkrut tetapi sedang menyiapkan sebuah produk baru dalam rangka mendobrak pasar. Apabila seorang wirausaha yang sedang menjalani bisnis dan sangat lancar dalam pemasaran dan produktifitasnya bila tidak mampu melihat kevakuman pesaing dan pesaing tersebut datang dangan konsep produk dan pemasaran yang baru dan jitu maka akan membuat wirausahwan tersebut kalah dengan pesaing yang vakum tersebut. Selain itu bidang yang telah ditekuni oleh pesaing yang telah vakum apabila tidak dimanfaatkan untuk prospek penjualan dan produk baru maka akan direbut oleh pesaing yang lain. Dengan demikian kesempatan memperoleh peluang bisnis akan gagal diperoleh dan akhirnya wirausahawn tersebut gagal memperoleh peluang penghasilan.

2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Pemasukan usaha yang tidak sama dengan pengeluaran usaha menimbulkan kerugian. kerugian yang semakin meningkat akan mambuat modal berkurang dan memperbesar utang usaha. Berkurangnya modal, semakin besarnya utang, dan akhirnya tidak mampu membayar utang maka membuat hilangnya modal usaha. Hilangnya modal usaha berakibat fatal pada berhentinya usaha.

3. Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap nilai-nilai usaha di dalam masyarakat. Nilai-nilai usaha di dalam masyarakat terbentuk secara tidak langsung dikarenakan factor psikologis, adat, dan budaya masyarakat. Masyarakat yang sangat kuat memegang peranan adat dan budaya akan sulit dimasuki dengan produk-produk yang berlawanan bahkan merubah tatanan adat dan budaya masyarakat. Nilai-nilai usaha di dalam masyarakat yang telah terbentuk dengan sistem adat kekeluargaan dan gotong royong akan sulit dimasuki sistem baru yang bersifat usaha murni dan berorientasi pada keuntungan belaka.

4. Tidak mampu kerja keras dalam waktu yang lama. Berwirausaha adalah kegiatan yang membutuhkan kerja keras. Ketidakmampuan bekerja keras dalam menghadapi tantangan besar membuat pupus harapan memperoleh pendapatan dan kemajuan usaha. Order yang datang secara beruntun harus dikerjakan secara kerja keras supaya pendapat selalu ada. Jika order tidak pernah datang seharusnya mau bekerja keras untuk mencari order agar pendapatan selalu ada.

5. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap. Kualitas kehidupan yang tetap rendah adalah suatu kondisi di mana keadaan ekonomi keluarga tetap di bawah kelayakan pada umumnya. Keadaan ekonomi keluarga yang rendah akan menggangu jalannya usaha karena pendapatan dan laba tidak dapat digunakan untuk mengembangkan usaha melainkan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Apabila hal ini dilakukan terus-menerus sedangkan usahanya tetap mantap dan penghasilannya naik turun maka usaha yang dijalankan pasti runtuh.

Sumber
http://bisnisukm.com
http://ghanoz2480.wordpress.com
http://ipan.web.id
http://www.kesimpulan.com

DOWNLOAD MATERI

3 Tanggapan to “POTENSI MUNDURNYA SEORANG WIRAUSAHA”

  1. dalim said

    menakutkan

  2. mujy said

    sangat menantang

  3. […] yang membuat seseorang mundur dari wirausaha: 1. Pendapatan yang tidak menentu 2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi 3. Ketidakmampuan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: