Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

M A S A L A H – Identifikasi dan Pemecahan

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Desember 10, 2011

A. KERANGKA KERJA MEMECAHKAN MASALAH
Kerangka kerja untuk memecahkan masalah menurut G. Polya (How to Solve IT, Edisi ke 2, Princeton University Press)

  1. Pemahaman Pada Masalah ( identifikasi dari tujuan ), langkah yang diambil adalah : Membaca persoalan dan meyakinkan diri bahwa telah memahami secara benar. Membuat diagram masalah. Mengidentifikasi nilai dan peringkat yang dibutuhkan pada diagram masalah.
  2. Membuat Rencana Pemecahan Masalah dengan cara mencari hubungan antara informasi yang diberikan dengan yang tidak diketahui, langkah yang bisa dilakukan adalah : Membuat sub masalah dengan mencermati hal-hal yang sudah dikenali. Mengenali pola masalah. Menggunakan analogi berpikir. Masukan sub masalah yang baru sebagai pembanding. Buatlah kasus baru yang hampir sama.
  3. Melaksanakan Rencana, melaksanakan rencana yang tertuang pada langkah kedua. Dalam melaksananakan langkah ini jangan lupa memeriksa tiap langkah dalam rencana dan menuliskannya secara detail untuk memastikan bahwa tiap langkah sudah benar.
  4. Lihatlah kembali dan kritisi hasilnya, lihatlah kelemahan dari solusi yang didapatkan ( seperti : ketidak konsistenan atau ambiguitas atau langkah yang tidak benar ).

B. MEMBEDAKAN SEBUAH KETIDAKSEIMBANGAN TERHADAP MASALAH DAN YANG BUKAN MASALAH

  1. Masalah yang terjadi harus ditemukan sifat fleksibelnya.
  2. Masalah mudah dipahami bahwa ketidakseimbangan tersebut ada arah ke penyelesaian dan mudah dipecahkan.
  3. Masalah harus memuat equipment (untuk kontrol kondisi ataupun untuk mencatat ketepatan), alat, data, dan metode pemecahannya.
  4. Masalah yang timbul menarik keingintahuan untuk diteliti dan memberi harapan kepada peneliti untuk menemukan jawaban ataupun menemukan masalah lain yang lebih penting dan lebih menarik.
  5. Masalah yang terjadi harus ada batasan persoalannya

C. IDENTIFIKASI MASALAH DAN MENCARI PENYEBABNYA
Contoh Identifikasi Masalah
1. Pengamatan terhadap Kehidupan Manusia
Seorang Ahli Jiwa, menemukan masalah ketika melihat: a) Tingkah laku pekerja pabrik yang melakukan pencurian dalam pabrik, b) Tingkah laku berpacaran anak remaja yang menyimpang, c) Tingkah laku orang tua yang suka memukul anaknya. Penyebab adalah lemahnya norma dalam kehidupan manusia.

Seorang Ahli Ekonomi pertanian menemukan masalah tentang kualitas hasil pertanian yang kurang baik. Penyebanya adalah cara petani ketika mengerjakan sawah serta menyimpan hasil usaha pertaniannya yang tidak baik.

Seorang Dokter menemukan masalah ketika melihat: a) Penduduk mengambil air minum di sungai dan buang air besar di sungai, b) Banyak penduduk mempunyai kaki sebesar kaki gajah, c) Banyak masyarakat berobat ke paranormal. Penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masayarakat tentang hidup sehat.

2. Pengamatan terhadap Alam Sekitar
Ahli ilmu bintang memperoleh masalah pergeseran planet dari orbitnya ketika ia mengamati cakrawala. Penyebabnya adalah perubahan orbit planet pada rotasi dan revolusi.

Peneliti ilmu tanah menemukan masalah ketika ia secara langsung mengamati tanah gambut yang tidak bisa ditanami dengan baik. Penyebabnya adalah kerusakan tanah akibat zat kimia yang pernah mencemari tanah tersebut.

Seorang ahli penyakit tanaman menemukan masalah jenis hama baru. Penyebabnya adalah kesalahan ketika memberantas hama tanaman dengan obat kimia yang tidak tepat.

Seorang peneliti batu-batuan ingin mengetahui kandungan mineral batu-batu akik yang diburu oleh banyak orang. Penyebabnya adalah lemahnya religiusitas pada diri masyarakat.

D. BERPIKIR DALAM PEMECAHAN MASALAH
BEPIKIR = Proses yang intens untuk memecahkan masalah degan menghubungkan satu hal degan yang lain

Model berpikir ada dua macam, yaitu :
1. Berpikir Analitis = Berpikir Konvergen (melihat suatu permasalahan dan mengerucutkannya sehingga dapat ditemukan sebuah topik yang menarik untuk menuju jawaban yang tunggal)

Contoh dari berpikir konvergen yaitu Persoalan kriminalitas dalam masyarakat, pertanyaan yang dapat diturunkan dalam beberapa pertanyaan seperti ini, a) Apa saja fenomena yang ada di masyarakat? b)Apakah ada sebab external dari fenomena tersebut? Bagaimana proses fenomena itu terjadi? c)Apakah upaya untuk mencegah fenomena tersebut tidak terjadi lagi?  jawaban yang paling dasar adalah penanaman nilai-nilai budi pekerti yang kuat ke dalam tiap pribadi

2. Berpikir Kreatif = Berpikir Divergen (Berpikir luas dengan menemukan hubungan-hubungan baru sehingga memperoleh lebih dari satu jawaban)

Contoh dari berpikir divergen yaitu kasus Bagaimana solusi untuk menghidupkan museum purbalaka? Pertanyaan ini juga dapat diturunkan dalam beberapa pertanyaan lain, a) Apa kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan museum itu? b) Apa upaya pengelola museum untuk meningkatkan jumlah pengunjungnya? c) Apa kendala dalam implementasi upaya pengelola museum? d) Apakah ada pihak swasta yang berupaya untuk melestarikan museum?.  jawabannya adalah : Membuat promosi yang gencar, upaya yang dilakukan adalah menambah barang koleksi dan membuat lingkungan bersih-nyaman-asri, kendala yang dihadapi yaitu dana, ada pihak swasta yang berminat untuk mengelola museum hanya terkendala di kebijakan pemerintah.

Daftar Pustaka
http://bloomlaboratory.com
http://kangguru.wordpress.com
http://sudarta.blogspot.com
http://wirausahaindonesia.com

DOWNLOAD MATERI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: