Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

KERANGKA BERPIKIR TENTANG KEWIRAUSAHAAN

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada September 15, 2010

Membaca tulisan Bapak Romi Satria Wahana di blognya yang berjudul “ 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu “ mengingatkanku pada pertanyaan seorang siswa yang mengalami kesulitan dalam membuat bisnis. Padahal kalau dicermati yang terjadi pada dirinya sangatlah mudah untuk membuka bisnis karena pada semester yang lalu saya mengajak dia untuk membuat bisnis pada Pelajaran Kewirusahaan. Anak itu sudah memulainya dengan membuat bisnis souvenir, sudah ada beberapa order yang diterimanya, dan sudah menyelesaikan order tersebut. Dia sudah bisa membaca momen-momen yang penting untuk memasarkan hasil karyanya seperti : Hari Valentine, Hari Lebaran, Hari Natal, Hari Imlek, dll

Memperhatikan kejadian tersebut ternyata untuk membuat sebuah usaha sangatlah sulit. Kalau mau diperhatikan sebenarnya letak kesulitan tersebut adalah pada diri kita yang kurang tajam mencermati situasi lingkungan dan diri kita sendiri. Akan saya uraikan dengan sederhana tentang Kerangka Berfikir Wirausaha yang pernah saya temukan di sebuah postingan pada sebuah blog, yang saya sendiri lupa mencatat alamat blog di artikel yang saya simpan. Uraian tersebut dapat dilihat di bawah ini.

POLA TANGGAPAN
Yang dimaksud dengan pola tanggapan adalah bentuk atau kondisi pasar yang akan menerima segala jenis produk kita (barang/jasa). Pola tersebut dibagi menjadi dua yaitu,

1. KARAKTERISTIK PERORANGAN adalah karakter yang melekat pada satu pribadi atau perseorangan yang memiliki daya tarik sendiri dan cukup berperan sangat besar dalam menciptakan selera produk yang ditawarkan. Karakter ini melekat pada jenis bahan, kualitas bahan, model dan bentuk tampilan, dan semua karakter ini hanya berfokus pada pribadi seorang. Contoh yang bisa dipakai adalah Pakaian Kebaya Pernikahan; bahan, model, asesoris dan kelengkapannya, warna, ukuran selalu disesuaikan dengan minat pribadi seorang yang akan menggunakannya.

2. KARAKTERISTIK KELOMPOK SOSIAL adalah karakter yang melekat pada lebih dari satu pribadi dan cenderung berkelompok dan masal yang memiliki daya tarik dan cukup berperan sangat besar dalam menciptakan selera produk yang ditawarkan. Karakteristik ini sangat membantu dalam menentukan tema produk yang akan dibuat dan ditawarkan kepada mereka karena tidak perlu memeperhatikan hal-hal kecil yang sifatnya selera personal. Contoh dari karakter ini adalah pakaian batik yang dapat dipakai untuk acara resepsi. Pakaian batik ini bisa dibuat dengan berbagi jenis bahan yang bebeda, ukuran yang berbeda, bentuk yang berbeda (pria: lengan panjang/pendek dan wanita model yang lagi trend), dan dapat dijual dengan harga yang berbeda berdasarkan kualitasa bahan dan banyaknya bahan yang dipakai.

POLA PELUANG
Yang dimaksud dengan pola peluang adalah bentuk dan warna yang ada dimasyarakat dan memberikan kesempatan untuk memperoleh kesempatan berbisnis. Pola yang akan saya sampaikan dan sangat berpeluang saat ini ada dua yaitu,

1. KEBUTUHAN EKONOMI, pada sektor ekonomi sangat menarik sekali untuk membangun bisnis. Salah satu contoh sektor ini adalah keuangan yang meliputi: konsultan manajeman, konsultan pajak, konsultan akuntansi, konsultan software yang berhubungan dengan akuntansi-keuangan-pajak.

2. KEMAJUAN TEKNOLOGI, kemajuan teknologi yang tidak pernah berhenti adalah sasaran yang paling menarik untuk mengembangkan bisnis. Peluang dalam bisnis ini adalah komputer, software, mesin, perindustrian dan perakitan, otomotif, pendidikan, dll.

PERILAKU WIRAUSAHA
Perilaku wirasuaha adalah langkah-langkah calon pebisnis menentukan arah ke depan yang tertata dan terstruktur dengan baik. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat di bawah ini,
1. Mendirikan Usaha, orang yang punya minat dan ide untuk mebuat bisnis alangkah bainya dia segera untuk mendirikan bisnis tersebut di tempatnya. Sehingga ide dan keinginan tidak hanya tinggal di pikiran dan angan-angan saja. Dengan mendirikan usaha baik sedniri maupun bersama maka niat berbisnis tersebut sudah terawali.

2. Mengelola Usaha, setelah bisnis sudah berdiri maka usaha tersebut harus dikelola dengan profesional. Pengelolaan secara profesional menyangkut keuangan: utang-piutang, kepemilikan modal, konsep pemasaran, cara memproduksi yang efektif, tempat beroperasi, dll

3. Mengembangkan Usaha, bisnis yang sudah dapat dikelola dengan baik alangkah menariknya jika dikembangkan lebih maksimal. Pengembangan tersebut bisa dalam bentuk produk, lini pemasaran, organisasi perusahaan, kemampuan beroperasi yang semakin meningkat, modal, dll

4. Melembagakan Usaha, semakin berkembang dan maju bisnis yang dimliki alangkah baiknya bila segera dilembagakan dalam bentuk PT, CV, atau UD sehingga dapat membantu dalam peningkatan omset, permodalan dengan pihak kedua (investor dan bank), keamanan produk dari duplikasi dan jiplakan oleh pengusaha lain, dll

D. HASIL USAHA
Ketika seseorang menjalankan bisnis dan dapat berkempang maka manfaat yang telah dicita-citakan dapat dilihat di bawah ini,
1. PENGUSAHA : Laba, Tender
2. PERUSAHAAN: Tepat Guna, Hemat, Unggul, Bermutu, Pembaharuan Organisasi

Kepustakaan : http://romisatriawahono.net


DOWNLOAD DI SINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: