Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

BOBOT SEBUAH DOA

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Januari 14, 2009

DOWNLOAD MATERI

Sebuah tulisan kiriman email dari seorang teman Felicia Desy tanggal 12 Januari 2009 dan dipublikasikan dalam blog oleh T. Wirawan Trunodipo setelah diedit untuk menyesuaikan kultur Indonesia.

Suprapti, seorang ibu muda dengan baju kumal dan kumuh, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan ucapan yang sangat terbata-bata dan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang untuk beberapa barang kebutuhan rumah tangga.

Ia memberitahukan bahwa suaminya – setelah di PHK dari sebuah bank swasta terpaksa menjadi supir angkot – saat ini ia sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan, anak yang besar kelas 2 smu dan anak yang paling kecil adalah 3 tahun. Yusup Aburisal, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar karena merasa akan merepotkan dirinya.

Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang kondisi keluarganya. ” Tolonglah, Pak. Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang.”

Yusup Aburisal tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. ” Anda tidak mempunyai uang, Anda tidak mempunyai kartu kredit, Anda tidak mempunyai garansi,” alasannya sambil geleng-geleng kepala.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata : ”Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini.”

Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, ” Tidak, tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?”

”Ya, Pak. Ini,” kata Suprapti ibu muda tadi sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.

”Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.” kata Pemilik supermarket

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Suprapti menundukkan kepala sebentar, hatinya berdebar-debar, sebentar dia berdoa untuk melepas ketegangan, kemudian menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut dengan kepala tetap tertunduk setelah itu dia meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata Yusup Aburisal pemilik supermarket tiba-tiba terbelalak setelah melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan diri untuk membayari belanjaan si ibu tadi sambil berucap kecil, ”Aku tidak percaya pada yang aku lihat ini. Pasti banyak sekali yang harus aku keluarkan untuk dia.” Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.

Lalu, Suprapti, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan dengan disaksikan oleh Pelanggan baik hati tadi. Pemilik supermarket menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si Pemilik supermarket terus menumpuknya pada timbangan hingga tidak muat lagi. Yusup Aburisal, si pemilik supermarket merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Karena merasa tidak tahan dengan kejadian tersebut maka Pemilik supermarket diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi dan ia pun terbelalak.

Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :

” Tuhan , Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.”

Si Pemilik supermarket terdiam. Suprapti, si ibu kumal tadi, berterima kasih kepadanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang Rp. 700.000,00 kepadanya. Si Pemilik supermarket kemudian mengecek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.

Memang hanya TUHAN yang tahu bobot dari sebuah doa. KEKUATAN SEBUAH DOA itu nyata dan selalu dekat dengan kita.

Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu. Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk DIA yang telah mengirimkan banyak hal kepada Anda.

Lalu, kirimkan tulisan ini kepada setiap orang atau sahabat yang andakenal. Biarlah jaringan doa ini tidak terputus, karena DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.

Salam dan doa.

DOWNLOAD MATERI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: