Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

8 KEBURUKAN DAN KEBAIKAN ETOS KERJA

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Januari 12, 2009

DOWNLOAD MATERI

Karyawan adalah manusia juga. Mereka memiliki perilaku dan sikap dalam bekerja. Perilaku karyawan di dalam perusahaan ketika mereka bekerja dapat dilihat di bawah ini,
1. Sesungguhnya lowongan kerja yang tersedia banyak sekali, namun hanya sedikit yang mampu mengisinya.
2. Setiap hari puluhan ribu pelamar kerja harus kecewa karena lamarannya ditolak.
3. Ironisnya, banyak perusahaan merasa kesulitan mencari tenaga kerja yang profesional dan berkualitas tinggi.
4. Karyawan yang sudah bekerja pun banyak yang merasa terjebak dalam posisi yang tidak tepat [the wrong person in the wrong place].
5. Sebagian lagi merasa bahwa karirnya mandeg, gajinya kurang, kesejahteraan minim, dan masa depan tidak jelas.
6. Padahal, pekerjaan level tinggi [manajerial & eksekutif] yang bergaji besar banyak sekali yang belum terisi.
7. Jadi, inilah sebuah kenyataan: dunia kerja senantiasa menuntut SDM yang beretos kerja tinggi, sementara di pihak lain karyawan lupa/malas untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dirinya.
8. Bahkan, berkembang pula budaya kerja buruk yang mengkhawatirkan kita semua, seperti:
o Suka mengeluh, banyak menuntut, egoisme tinggi.
o Kerja seenaknya, gemar kambing hitam, senang manipulasi.
o Kerja serba tanggung, suka menunda-nunda, disiplin kerja rendah.
o Malas, kurang inisiatif, daya juang rendah.
o Tidak fokus, sinis dan apatis, minim gairah kerja.
o Terjebak rutinitas, alergi terhadap pembaruan, miskin kreativitas.
o Standar mutu rendah, cepat puas dengan hasil seadanya, ketekunan minim.
o Jiwa melayani rendah, merasa diri sudah hebat, bersikap arogan.

SOLUSINYA: 8 ETOS KERJA

Studi manajemen menunjukkan bahwa korporasi kelas dunia ditandai dengan SDM berkualitas tinggi dengan etos kerja unggulan sebagai berikut:
1. Mampu bekerja tulus penuh rasa syukur.
2. Komit bekerja benar penuh tanggungjawab.
3. Terbiasa bekerja tuntas penuh integritas.
4. Suka bekerja keras penuh semangat.
5. Dapat bekerja serius penuh kecintaan.
6. Sanggup bekerja cerdas penuh kreativitas.
7. Senantiasa bekerja unggul penuh ketekunan.
8. Selalu bekerja paripurna penuh kerendahan hati.

Sebuah potongan artikel yang diambil dari majalah Tempo, 16 April 2006 dan dipublikasikan ulang oleh : T. Wirawan Trunodipo

DOWNLOAD MATERI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: