Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

MEMBUKA DAN MENGEMBANGKAN PELUANG USAHA

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Desember 12, 2008

SEBUAH RANGKUMAN UNTUK MATERI SEMINAR

INDUSRTI KECIL DAN MENENGAH HANDYCRAFT

RABU 3 DESEMBER 2008

KERJASAMA DINAS KOPERASI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN PPPIK – PIKA

Disampaikan oleh : Teddy Wirawan

A. PASAR

Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli

Pemasaran yang kita ketahui dapat diterjemahkan secara bebas sebagai : Suatu proses sosial dan manajerial tentang bagaimana suatu individu dan kelompok memperoleh apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka dengan membuat dan mempertukarkan produk/jasa dengan nilai yang ada pada orang lain

Proses sosial pada intinya merupakan perwujudan dari keinginan, kebutuhan dan permintaan manusia yang dijabarkan dalam bentuk produk/jasa dengan tujuan memuaskan keinginan manusia sehingga proses sosial yang ada pada pemasaran dapat terjadi apabila seseorang memutuskan untuk mempertukarkan suatu barang demi memuaskan keinginan dan kebutuhannya.

Proses manajerial yang biasa di kenal dengan manajemen pemasaran adalah sebuah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, mengaplikasikan rencana kerja, dan mengendalikan semua yang telah dikerjakan sehingga memberikan kontribusi yang baik berupa omset yang diperoleh. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi: merencanakan dan melaksanakan konsep, penentuan harga, promosi dan distribusi dari gagasan, barang/jasa untuk membuat suatu pertukaran yang memuaskan individu dan atau tujuan organisasi.

Definisi manajemen pemasaran di atas dapat dikatakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu gabungan antara seni dengan ilmu mengenai pemilihan target pasar, memperoleh, menjaga dan menumbuhkan pelanggan, melalui proses penciptaan, penyampaian, dan mengkomunikasikan nilai lebih yang diterima pelanggan. Pemahaman dari suatu ilmu adalah sebuah kegiatan di mana seseorang/organisasi dalam proses pemasaran berani untuk menunjukan segala sesuatu yang dimiliki agar pihak lain mengerti tentang hal-hal yang kita miliki dan sebisa mungkin menjadikan pihak tertarik kepada objek yang kita tawarkan.

Banyak orang mengira bahwa pemasaran hanya terbatas pada memasarkan, menjual, dan mengiklankan suatu produk. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Pemasaran tidak terbatas pada memasarkan, menjual, serta mengiklankan barang atau jasa sehingga omset dapat diperoleh akan tetapi sesungguhnya pemasaran lebih luas dan lebih kompleks. Beberapa aspek yang ada dalam pemasaran dan biasa dikenal dengan elemen 4 P yang merupakan singkatan dari,

1. product : produk adalah barang dan jasa

2. price : harga

3. place : tempat

4. promotions : promosi

Mengidentifikasi dan mengevaluasi pasar

Di dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang terdapat dua hal pokok yang harus dicermati yaitu

1. Kekuatan dan kelemahan

Kemampuan membaca kekuatan diri karena akan membantu dalam menentukan kebijakan perusahaan. Kebijakan tersebut antara lain : Visi, Misi, Tujuan Perusahaan, Strategi Bisnis, Jenis Produk yang dihasilkan dan diunggulkan, Segmen pasar, Metode pemasaran, dll

Kemampuan membaca hal-hal yang ada di luar diri sendiri yaitu kemampuan untuk menyediakan informasi yang berharga tentang para pesaing (competitors) dan para pendatang/pesaing baru, serta perbandingan kekuatan dan kelemahan mereka secara relatif dengan organisasi milik kita.

2. Kesesuaian antara peluang dengan kemampuan organisasi

Membuka dan mengembangkan bisnis dalam situasi krisis ekonomi global seperti ini tidaklah mudah. Butuh pemahaman diri supaya tidak terjerumus dan terjebak dalam lingkungan bisnis yang simpang siur. Banyak pandangan bisnis, pengalaman orang lain, keberhasilan orang lain dan masih banyak lagi yang membuat semakin menarik untuk membuka dan mengembangkan bisnis.

Keanekaragaman bisnis yang terjadi di luar organisasi kita memungkinkan menawarkan berbagai peluang bisnis. Perlu disadari bahwa semua peluang bisnis yang tersedia tersebut tidak dapat dijadikan sebagai peluang bisnis yang realistis dan menguntungkan bagi diri kita. Hal ini terjadi karena tidak adanya kesesuaian antara peluang bisnis dengan kemampuan organisasi. Inti dari permasalahan ketidaksesuaian antara peluang bisnis dengan kemampuan organisasi disebabkan karena organisasi pada diri kita dihadapkan pada keterbatasan berbagai hal antara lain: sumber daya, tempat usaha, peralatan dan mesin, visi – misi – tujuan perusahaan, permodalan, dan lain-lainnya.

Evaluasi pasar dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut,

1. SWOT : kekuatan – kelemahan – hambatan – tantangan

2. MOA – Marketing opportunity analysis : sebuah metode analisa yang dapat digunakan untuk membantu para pimpinan perusahaan untuk menganalisa masalah-masalah yang potensial mengarah pada resiko dan dapat membantu para pimpinan untuk menemukan keuntungan-keuntungan dari peluang tersebut.

B. PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini

Dari definisi tersebut dapat dikupas

1. perilaku konsumen menyoroti perilaku individu dan rumah tangga

2. perilaku konsumen menyangkut suatu proses keputusan sebelum pembeli serta tindakan dalam memperoleh, memakai, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk.

Memahami perilaku kosnumen meliputi perilaku yanga dapt diamati seperti jumlah yang dibelanjakan, kapan, dengan siapa, oleh siapa, dan bagaiman barang yang sudah dibeli dikonsumsi. Juga hal-hal lain yang tidak dapt diamati seperti nilai-nilai yang dimiliki oleh konsumen, kebutuhan pribadai, persepsi, alternatif-alternatif yang dimiliki oleh konsumen tentang mkepemilikan dan penggunaan produk yang bermacam-macam.

Model perilaku konsumen

1. Pembauran pemasaran dan perangsang lainnya

Pemasaran : Produk – Harga – Tempat – Promosi0

Perangsang lainnya : Ekonomi – Teknologi – Politik

2. Pembeli dalam kotak hitam : Karakter pembeli – Proses pengambilan keputusan pembelian

3. Pembeli yang memberikan respon : Produk pilihan – Merek pilihan – Deler pilihan – Tepat waktu – Tepat situasi

MEMPERLAKUKAN PELANGGAN

Hal lain yang mesti dipahami pengusaha adalah larangan dan tindakan negative yang tidak boleh dilakukan terhadap pelanggannya seperti : berbohong, menipu, memeras yang dilakukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan sesaat. Pelanggan juga

tidak boleh diperlakukan secara keras dan kasar, dicuekin dengan sikap acuh tak acuh terhadap berbagai komplain atau keluhan. Bersedia memenuhi keinginan pelanggan dalam rangka untuk memperoleh pelayanan prima (service excellence),

memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang perusahaan dan produk anda.

Kiat utama dalam menghadapi konsumen ini sebenarnya adalah sangat sederhana yaitu terletak pada niat, itikad baik, kejujuran, dan kesungguhan untuk selalu ingin memberikan yang terbaik.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN

1. Konsumen Individu

Pilihan mereka dipengaruhi oleh,

a. Kebutuhan konsumen,

b. Persepsi atas karakteristik merek,

c. Sikap ke arah pilihan,

d. Demografi konsumen,

e. Gaya hidup,

f. Karakteristik personalia.

2. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh,

a. Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan),

b. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen),

c. Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)

d. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

C. PELUANG BISNIS

Ada 7 aspek yang dapat dijadikan sumber peluang bisnis untuk berinovasi. Aspek tersebut dapat dilihat dibawah ini,

1. Yang tak terduga

Yang tidak terduga adalah suatu kondisi di mana segala sesuatu dapat terjadi tanpa direncanakan dan tidak dapat dikendalikan dengan kemampuan yang wajar. Sebagai contoh adalah Krisis Menoter bagi sebagian pihak merupakan ‘petaka’ tetapi hal ini justru menjadi yang tak terduga bagi pihak lain dalam meraih keuntungan. Keuntungan tersebut dapat dilihat dari selisih pembayaran yang mengunakan mata uang asing dolar terhadap rupiah.

Krisis moneter perlu disadari bahwa kondisi tersebut adalah sebuah situasi baru yang hanya sebatas meraup keuntungan belaka dan belum tentu dalam tataran berinovasi serta mempertahankan keberhasilan dalam kelangsungan hidup perusahaannya.

2. Ketidakselarasan

Ketidakselarasan adalah suatu rentang/gap antara harapan yanng seharusnya terjadi dengan realita. Contohnya adalah ketidakselarasan antara harapan konsumen dengan produk/jasa yang ditawarkan kepadanya. Tidakselarasan perusahaan dengan proses perkembangan yang terjadi di sekitar lingkungan industrinya seperti: kemajuan teknologi, kemampuan membayar tenaga kerjanya berdasarkan himbauan pemerintah (UMR), Tidakselarasan gaya kepemimpinan, Tidakselarasan mengembangkan budaya perusahaan, Tidakselarasan membangun bisnis unit yang baru, dan lain-lain.

3. Inovasi berdasarkan kebutuhan proses

Inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan suatu hal menjadi satu kombinasi baru. Istilah baru dijelaskan bukan berarti orisinil tetapi lebih ke newness (kebaruan). Inovasi yang orisinil dapat dilakukan ketika di dalam pasar sudah mengalami kejenuhan model, konsep, manfaat, dan perlu adanya gebrakan baru yang bersifat newness.

Yang dimaksud novasi di sini adalah menyempurnakan proses yang sudah ada, menggantikan satu mata rantai proses yang lemah, atau merancang kembali proses yang lama yang sudah ada. Dalam hal ini proses yang dirasakan baik dan telah memberikan hasil sesuai yang diharapkan tidak perlu untuk dipangkas maupun disederhanakan.

Macam-macam Inovasi

a. Berdasarkan kecepatan perubahan inovasi,

1) Inovasi radikal biasanya berskala besar, dilakukan para ahli dibidangnya, biasanya dikelola oleh departemen penelitian dan pengembangan. Inovasi radikal ini sering kali dilakukan di bidang manufaktur dan lembaga jasa keuangan

2) Inovasi inkremental biasanya berskala kecil dan ilakukan oleh semua pihak terkait

Inovasi ini terlihat pada sektor kerja :

a) Knowledge-intensive service

Meliputi pengembangan ekonomi, administrasi, R&D service, teknik, komputer, dan manajemen. Sumber utama inovasi adalah kemampuan untuk memberikan hasil desain yang sesuai untuk pengguna layanan mereka. Inovasi terjadi setiap saat dan tidak terstruktur.

b) Supplier-dominated services

Meliputi perdagangan retail, pelayanan pribadi (seperti potong rambut), hotel dan restoran

b. Berdasarkan fungsi ada 2 inovasi :

1) Inovasi teknologi (produk, pelayanan atau proses produksi)

2) Inovasi administrasi (organisasional, struktural, dan sosial)

Kita pahami bahwa inovasi disebut sebagai suatu proses adalah proses yang siklus hidupnya berlangsung terus menerus tanpa henti yang meliputi fase: kesadaran, penghargaan, adopsi, difusi dan implementasi. Inovasi berdasarkan kebutuhan proses tersebut dapat dirinci dalam 4 tahap sebagai berikut,

a. Melihat peluang. Peluang muncul ketika ada persoalan yang datang dan dapat diartikan sebagai suatu kesenjangan antara yang seharusnya terjadi dengan realita. Contoh yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan pola yang diharapkan adalah timbulnya masalah pada pola kerja yang sudah berlangsung, adanya kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, atau adanya indikasi trends yang sedang berubah. Oleh karenanya, perilaku inovatif dimulai dari ketrampilan melihat peluang.

b. Mengeluarkan ide. Ketika kita dihadapkan pada suatu masalah maka gaya berfikir kita yang konvergen dapat digunakan untuk mengeluarkan ide yang sebanyak-banyaknya terhadap masalah yang ada. Dalam tahap ini kreativitas berfikir sangat diperlukan alternatif-alternatif pandangan dan pendapat yang dapat memberikan solusi termudah.

c. Mengkaji ide. Gaya berfikir divergen atau mengerucut mulai diterapkan karena tidak semua ide yang telah dikemukakan dapat akui, dipakai, dan diaplikasikan dengan mudah. Ide-ide yang semakin banyak maka perlu dilakukan pengkajian terhadap ide yang muncul. Salah satu dasar pertimbangan adalah seberapa besar ide tersebut mendatangkan kerugian dan keuntungan. Ide yang mudah dikerjakan dan realistis yang diterima, sementara ide yang kurang realistis dan sulit untuk dipahami segera dibuang. pengkajian atas ide-ide tersebut dilakukan terus menerus sampai ditemukan alternative yang paling mempunyai probabilitas sukses yang paling besar.

d. Implementasi. Keberanian mengambil resiko sangat diperlukan bagi pemimpin perusahaan. Resiko berkaitan dengan probabilitas kesuksesan dan kegagalan, Pengambilan keputusan untuk pelaksanaan ide yang beresiko sebaiknya dalam taraf sedang. Hal yang menarik dari implementasi ide adalah dibutuhkan pihak lain untuk kerjasama supaya mendapat kekuatan dengan menjual ide kepada rekan yang berpotensi.

Hal yang paling penting dalam melakukan inovasi adalah fokus pada sebuah aktivitas yang telah dimulai dan ativitas tersebut berasal dari hal terkecil berdasarkan sumberdaya yang kita miliki.

4. Perubahan struktur industri/ struktur pasar

Oleh karena waktu menjadi sangat berharga, maka konsep one stop service menjadi strategi bisnis yang banyak dilakukan oleh pelaku pasar. Perubahan struktur industri dapat terjadi pada bentuk peluang,

  1. Servis/ produk baru
  2. Daerah pemasaran baru
  3. Bahan mentah baru
  4. Metode produksi baru
  5. Pengorganisasian baru

5. Perubahan demografi

Perubahan demografi didefinisikan sebagai perubahan penduduk dalam jumlah, struktur umur, komposisi, jenis pekerjaan, status penghasilan, status pendidikan yang merupakan sumber peluang paling mudah diramalkan. Demikian juga dengan struktur masyarakat Indonesia sekarang ini didominasi oleh keluarga kecil yaitu 2-3 anak tiap Keluarga. Hal ini memberikan dampak pada kebutuhan rumah yang lebih kecil sehingga perumahan atau real estate dengan ukuran kecil dan dana terjangkau menjadi trend di kota-kota besar.

6. Perubahan persepsi, mood, dan makna

Perubahan persepsi, mood, dan makna merupakan sumber peluang inovasi. Perubahan ini lebih berfokus suasana nyaman yang nantinya akan dirasakan oleh konsumen tersebut. Konsumen tidak akan membeli barang yang hanya sekedar untuk membuang uang tetapi lebih mengutamakan makna dari barang yang dibeli, persepsi negatif atau positif dari orang lain setelah membeli, dan suasana hati ketika akan memutuskan membeli.

7. Pengetahuan yang baru, baik saintifik maupun non saintifik.

Beberapa perusahaan dengan devisi penelitian dan pengembangan, secara terus menerus mengembangkan produk/ layanan yang baru. Pengembangan berdasarkan riset ini membutuhkan waktu lama dan biasa yang besar.

Ketika seseorang membuka dan mengembangkan peluang usaha dalam ketidakpastian dunia usaha hal-hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah

1. Berani memulai usaha atau berganti haluan ketika hampir gagal dengan sikap Overconfidence dan berani mengambil resiko

2. Kemampuan mengenali peluang usaha tergantung pada faktor informasi. Faktor informasi dipengaruhi oleh : Pengalaman hidup (fungsi kerja, variasi kerja), dan Hubungan sosial (informasi dari hasil interaksi dengan orang lain)

3. Mencari nformasi yang diperlukan : lokasi, potensi pasar, sumber modal, pekerja, dan cara pengorganisasiannya

4. Optimalisasi potensi diri dengan memanfaatkan limbah, perluasan segmen pasar, memanfaatkan sumberdaya dengan baik, melakukan pelatihan, mengembangkan desain dan model baru, mengembangkan sistem dan formula yang mudah dikerjakan.

5. Keunggulan kompetitif seperti : Keahlian khusus (terapis), Pengetahuan (konsultan keuangan), Motivasi dan Kepribadian, serta Pelayanan Konsumen (excellent service)

6. Bangunlah Citra. Citra adalah gambaran yang diberikan pihak lain atau pelanggan terhadap kesan yang diperolehnya ketika pertama mengunjungi atau bertemu dengan anda.

Daftar Pustaka

Busines & Management Journal Bunda Mulia, Vol: 3, No. 2 September 2007

digilib.usu.ac.id

elisa.ugm.ac.id

id.wikipedia.org

kopkarisejahtera.wordpress.com

majalahpengusaha.com

pmbs.ac.id

punyalea.blogspot.com

rajapresentasi.com

uyungs.wordpress.com

demikian makalah ini semoga dapat berarti dan berguna bagi pembaca dan pemiliknya

salam dan doa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: