<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Teddy Wirawan</title>
	<atom:link href="http://teddywirawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teddywirawan.wordpress.com</link>
	<description>Just Another Words for Press</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Nov 2009 06:13:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='teddywirawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c3629a941b3cf2714dfaf29a6706c4cd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Teddy Wirawan</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MENGIDENTIFIKASI PENTINGNYA WIRAUSAHA YANG BERKOMITMEN TINGGI</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/11/17/mengidentifikasi-pentingnya-wirausaha-yang-berkomitmen-tinggi/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/11/17/mengidentifikasi-pentingnya-wirausaha-yang-berkomitmen-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KARAKTERISTIK KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMITMEN TINGGI]]></category>
		<category><![CDATA[KUALITAS KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[LINGKUNGAN KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[LINGKUNGAN PRODUKTIF]]></category>
		<category><![CDATA[PENGHARGAAN KARYAWAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERAN KARYAWAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[POTENSI KARYAWAN]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM PENILAIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Anda dapat men DOWNLOAD materi yang ada dan mempublikasikan ulang dengan mencantumkan referensi yang ada. Terimakasih<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=594&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Penyimpangan terhadap komitmen yang telah dibuat kalau diperhatikan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut adalah ketidakjelasan peran, rendahnya kompetensi, lingkungan kerja, keragaman sistem nilai yang dimiliki karyawan, preferensi yang berbeda, dan kurangnya penghargaan dari institusi kepada karyawan. Ke enam faktor tersebut dapat dipahami pada uraian di bawah ini.<span id="more-594"></span></p>
<ol>
<li> Kejelasan peran  karyawan. Peran dapat diartikan<strong> </strong>sebagai suatu karakter yang harus dimainkan seorang pelaku. Bisa juga diartikan sebagai karakteristik dan perilaku sosial yang diharapkan dari seseorang sesuai posisi dan fungsinya dalam lingkungannya. Realitas mempratekan peran dalam sebuah organisasi bisa berbentuk: pertama, peran yang sudah ditetapkan, yang dimaksud di sini adalah jabatan dan tanggung jawab yang teleh ditetapkan untuk diemban dan dikerjakan dengan baik. kedua<em>,</em> peran baru yang dipilih manajer untuk karyawan tertentu sesuai dengan posisinya, artinya pimpinan memberikan sebuah mandat kepada bawahan untuk mengemban tugas yang baru dan harus diselesaikan dengan baik. Yang perlu dipahami, bila kedua peran tersebut sudah ada mengapa masih saja terjadi penyimpangan kinerja? Penyebabnya adalah bisa jadi manajer sering mengabaikan pentingnya menjelaskan peran baru atau memberikan diskripsi pekerjaan secara jelas kepada kepada karyawan yang dipilih /ditunjuknya. Manajer beranggapan bahwa bahwa karyawan tersebut sudah mengetahui dengan jelas tentang jenis peran atau tanggung jawab yang diembannya, padahal kenyataannya yang terjadi pada karyawan yang diberi tanggung jawab tidak selalu seperti itu. Hal yang sangat penting adalah di setiap unit atau departemen harus memiliki uraian pekerjaan dan uraian peran yang jelas dan dijadikan acuan kerja oleh seluruh karyawan dan manajer. Semakin jelas dan terinternalisasinya uraian peran di kalangan karyawan dan manajer membuat semakin kecil peluang terjadinya penyimpangan kinerja.</li>
<li>Kompetensi Karyawan. Kejelasan peran saja tidak cukup untuk mendongkrak kinerja  karyawan. Ada faktor lain yang memengaruhi kinerja karyawan yakni faktor kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi adalah sebuah kemampuan yang ada pada diri seseorang yang telah menguasai akan sebuah keterampilan secara riel maupun batiniah. Kompetensi terbagi dua yaitu kompetensi keras berupa pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seorang karyawan dari belajar secara formal dan informal. Yang kedua adalah Kompetensi lunak berupa sikap, perilaku, etos kerja, motivasi, prakarsa, kreatifitas, simpati dan empati yang dimiliki oleh karyawan. Jenis kompetensi yang terakhir sering juga disebut sebagai keahlian lunak <em>(soft skills)</em>. Kompetensi dapat juga dikelompokkan menjadi yang terlihat dan tersembunyi. Kompetensi yang terlihat<strong> </strong>seperti pengetahuan yang dicirikan dengan kepemilikan ijasah, sertifikat, piagam, surat pengalaman kerja, dan keahlian yang dicerminkan dengan posisi dan status pekerjaan. Sementara yang tersembunyi berupa nilai-nilai agama, sosial, budaya yang tertanam sebagai prinsip dalam hidup. Contohnya adalah kemampuan karyawan dalam membuat keseimbangan antara kepentingan pekerjaan dan keluarga; konsep diri atau kepercayaan diri ketika mengerjakan pekerjaan dan mengemban tugas baru; dan kepribadian diri seperti jujur, tenang, termotivasi, dan bijak. Semakin tinggi derajad kompetensi karyawan semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkannya.</li>
<li>Lingkungan Kerja. Kalau kejelasan peran dan kompetensi sudah terpenuhi maka karyawan  akan lebih mampu meningkatkan kinerjanya jika didukung lingkungan kerja yang nyaman. Lingkungan kerja disini dilihat dari lingkungan fisik dan non-fisik. Lingkungan fisik antara lain berupa fasilitas kerja termasuk peralatan kerja, ruangan, kursi dan meja, listrik, pendingin ruangan, kebisingan yang rendah, dan alat pengaman. Sementara lingkungan non-fisik antara lain berupa gaya kepemimpinan manajer yang partisipatif, kenyamanan bekerja, ketenangan dan keamanan berpendapat, kompensasi yang sebanding, mutu yang baik dalam hubungan vertikal dan horisontal antar karyawan dan pimpinan, serta lingkungan sosial. Semakin nyaman lingkungan kerja semakin tinggi kinerja karyawannya.</li>
<li>Sistem Nilai<strong>.</strong> Nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Konflik yang terjadi antara manajer dan karyawan karena dipengaruhi oleh perbedaan nilai tentang ukuran kinerja pekerjaan dengan umpan balik yang diterima oleh karyawan. Untuk memahami hal ini maka kita perlu menegaskan dari awal bahwa apakah penilaian atas pekerjaan yang dikerjakan sekarang ini akan dilihat dari proses atau hasil? ataukah gabungan dari keduanya? Mungkin saja sang manajer menginginkan penerapan model kerja yang berorientasi hasil. Alasannya karena hasil akan mencerminkan seberapa jauh kemampuan untuk menghasilkan laba perusahaan. Sementara karyawan berpandangan bahwa keberhasilan kinerja dicerminkan oleh orientasi proses yang ditunjukan oleh penerapan cara-cara pekerjaan, sistematika bekerja, koordinasi, dan kontrol kerja dari manajer. Bagi seorang manajer yang bijak maka dipilihlah kombinasi keduanya yakni berorientasi proses dan hasil. Dengan cara itu maka “kesepakatan” penggabungan sistem nilai akan mendorong peningkatan kinerja karyawan.</li>
<li>Preferensi. Kalau kejelasan peran, kompetensi, dan kesepakatan sistem nilai sudah ada maka tampaknya tak ada alasan lagi bagi karyawan untuk berkinerja rendah. Benarkah selalu demikian?. Masih ada faktor lain yang memengaruhinya yakni derajad kesukaan atau preferensi terhadap pekerjaan tertentu. Kalau mereka yang tergolong teori Y (suka bekerja, disiplin, dan bertangung jawab), jenis pekerjaan apapun cenderung siap untuk dilaksanakan karyawan. Namun bisa saja ada sebagian kecil karyawan tergolong teori X (tak suka bekerja, malas, dan tak bertanggung jawab), maka proses dan kinerja karyawannya menjadi rendah. Karena itu manajer hendaknya dapat mengidentifikasi derajad preferensi seseorang (karyawan) terhadap pekerjaan yang diberikan kepada karyawan. Tidak jarang preferensi seseorang sangat dipengaruhi bioritmenya. Selain itu sangat penting dilakukan pengarahan kepada semua karyawan bagaimana bekerja kompak mutlak diwujudkan. Hal ini mengingat suatu pekerjaan umumnya dilakukan oleh suatu tim. Satu saja karyawan tidak suka dengan pekerjaan tertentu maka akan dapat mengganggu suasana kerja tim yang akhirnya akan mengganggu kinerja tim.</li>
<li>Penghargaan. Pada dasarnya setiap manusia, sekecil apapun membutuhkan penghargaan  dari orang lain. Misalnya butuh disapa, dikasihi, dicintai, ditolong, dan didoakan. Jadi semacam pengakuan orang lain atas keberadaan diri individu bersangkutan. Dalam bidang pekerjaan, penghargaan yang dibutuhkan karyawan tidak saja selalu berbentuk kompensasi finansial tetapi juga  non-finansial. Kompensasi finansial dapat berupa gaji, upah, insentif, dan bonus. Sementara kompensasi non-finansial bisa berupa jenjang karir, piagam penghargaan prestasi, dan ucapan terimakasih. Mengabaikan penghargaan kepada karyawan sama saja mengabaikan kebutuhan dasar manusia. Padahal penghargaan adalah unsur vital dalam membangun motivasi dan kepuasan bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengaruhi kinerja karyawan telah banyak diteliti. Namun tidak semua faktor berpengaruh nyata terhadap kinerja. Hal itu sangat berkaitan dengan tipe organisasi apakah berorientasi pada laba atau nir-laba, apakah organisasi tersebut BUMN atau PMA. Kemudian kinerja karyawan sangat berkait pula dengan faktor-faktor kompetensi oranisasi, skala atau ukuran usaha organisasi, karakteristik perusahaan sebagai organisasi pembelajaran, karakteristik karyawan, jenis pekerjaan, budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan manajer dalam organisasi. Dengan demikian faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan cenderung beragam dan sangat situasional sesuai dengan kondisi perusahaan atau organisasi masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Gibson, et. al, (1995) menguraikan pendapat Buchanan bahwa komitmen organisasi melibatkan 3 sikap yaitu,</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Identifikasi      dengan tujuan organisasi</li>
<li>Perasaan      keterlibatan dalam tugas-tugas organisasi</li>
<li>Perasaan      loyalitas terhadap organisasi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Hasil riset yang telah dia lakukan menunjukkan bahwa dengan tidak adanya komitmen pada diri karyawan akan berakibat menurunnya efektivitas organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Muchinsky (2001) berpendapat bahwa komitmen organisasi adalah derajat tingkat dimana seorang karyawan merasakan suatu perasaan, pengertian, serta kesetiaan kepada organisasi. Sejalan dengan hal tersebut Allen dan Meyer (1990) menguraikan 3 komponen penting dalan komitmen yaitu : a) komponen afektif yaitu hal-hal yang mengacu kepada kecenderungan emosional karyawan sebagaimana diidentifikasikan oleh organisasi berdasarkan kejadian-kejadian yang ada dalam organisasi; b) komponen berkelanjutan yaitu hal-hal yang mengacu kepada biaya-biaya yang diperoleh selama hidup dan operasional dalam organisasi; c) komponen normatif yaitu hal-hal yang mengacu kepada kewajiban-kewajiban karyawan terhadap tuntutan organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dirangkum oleh Teddy Wirawan Trunodipo dari sumber : Gibson, et. al, (1995), <a href="http://indosdm.com">http://indosdm.com</a>, <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id">http://pusatbahasa.diknas.go.id</a>, <a href="http://psikomedia.com">http://psikomedia.com</a>, <a href="http://rumahbelajarpsikologi.com">http://rumahbelajarpsikologi.com</a>, <a href="http://warnadunia.com">http://warnadunia.com</a>, <a href="http://www.institutmahardika.com">http://www.institutmahardika.com</a> sebagai bahan mengajar KEWIRAUSAHAAN</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/7397799/TRIAJARMengidentifikasiPentingnyaBerkomitmenTinggi.rtf.html"><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/7397799/TRIAJARMengidentifikasiPentingnyaBerkomitmenTinggi.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/594/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=594&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/11/17/mengidentifikasi-pentingnya-wirausaha-yang-berkomitmen-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEDULI TERHADAP MUTU KERJA</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/11/03/peduli-terhadap-mutu-kerja/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/11/03/peduli-terhadap-mutu-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KEPEMIMPINAN]]></category>
		<category><![CDATA[KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMITMEN]]></category>
		<category><![CDATA[MAJU]]></category>
		<category><![CDATA[MENGEMBANGKAN]]></category>
		<category><![CDATA[MUTU]]></category>
		<category><![CDATA[PEDULI]]></category>
		<category><![CDATA[PELUANG BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[SIKAP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengembangkan bisnis menjadi semakin maju maka seorang wirausaha harus memiliki sikap peduli terhadap mutu kerja. Mari kita dipahami bahwa ada tiga tipe kepemimpinan yang bersikap mempengaruhi menyimpangnya mutu kerja akibat sikap toleransi yang dimiliki. Sikap-sikap tersebut adalah,
YANG PERTAMA, Pimpinan yang  sangat mudah memberikan toleransi terhadap mutu kerja yang dihasilkan oleh karyawan di perusahaannya. Hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=582&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk mengembangkan bisnis menjadi semakin maju maka seorang wirausaha harus memiliki sikap peduli terhadap mutu kerja. Mari kita dipahami bahwa ada tiga tipe kepemimpinan yang bersikap mempengaruhi menyimpangnya mutu kerja akibat sikap toleransi yang dimiliki. Sikap-sikap tersebut adalah,</p>
<p><span id="more-582"></span>YANG PERTAMA, Pimpinan yang  sangat <strong>mudah memberikan toleransi</strong> terhadap mutu kerja yang dihasilkan oleh karyawan di perusahaannya. Hal ini sangat merusak komitmen terhadap mutu yang telah disepakati dan dijalan di perusahaan. Akibat dari tindakan toleransi ini yang dilakukan terus menerus oleh pimpinan maupun para pekerja dalam perusahaan adalah akan terjadi pergeseran cara pandang terhadap mutu, kinerja, dan budaya kerja dalam perusahaan tersebut.</p>
<p>Melihat hal tersebut sikap yang harus diperbuat adalah dengan melakukan kebijakan tidak ada tawar menawar tentang toleransi mutu kerja. Tindakan ini sangat beralasan karena sekali saja memberikan sikap toleransi maka di situ awal dari penyimpangan standar mutu yang telah dibuat. Contoh sikap yang harus dilakukan adalah ketika kondisi fisik dan mental semua karyawan dalam keadaan baik, fasilitas kerja sudah cukup memadai, manajemen kompensasi sangat layak, dan pelatihan kerja kerap diadakan untuk mendukung kinerja karyawan. Bila dalam kinerja karyawan terjadi mutu kerja yang rendah dan berulang-ulang maka karyawan bersangkutan siap menerima sanksi dari perusahaan berupa demosi, mutasi atau bahkan dikeluarkan.</p>
<p>Untuk fenomena penyimpangan mutu kerja karena sikap mudahnya memberikan toleransi adalah penegasan kepada setiap pimpinan untuk lebih perhatian yang besar pada standar mutu dan konsisten pada unsur kendali mutu SDM karyawan. Bentuk perhatian tersebut adalah model penghargaan yang sepadan, pendekatan partisipatif, menegaskan budaya kerja perusahaan melaui nilai dasar, peraturan, standar mutu, dan sanksi sebaiknya diterapkan agar karyawan termotivasi untuk meningkatkan mutu kerjanya.</p>
<p>YANG KEDUA, Pimpinan yang <strong>memiliki standar mutu rendah</strong>. Sikap ini dilakukan oleh pimpinan yang memberikan toleransi terhadap karyawan bermutu rendah karena alasan yang tidak mau direpotkan atau ingin cepat selesai. Pimpinan tersebut akan merasa terganggu oleh ulah karyawan yang bermutu kerja rendah kalau syarat-syarat pemenuhan mutu kerja yang sesuai dengan standar perusahaan harus terpenuhi. Jadi pimpinan berpendapat mengapa karyawan yang harus disalahkan bahkan diberi sanksi manakala jumlah dan unsur-unsur pendukung mutu tidak cukup.</p>
<p>Untuk fenomena  di atas maka bentuk perbaikan mutu kerja karyawan relatif lebih mudah. Ada asumsi bahwa mutu SDM karyawan sudah bagus maka perusahaan tinggal menyediakan fasilitas kerja yang standar, melengkapi unsur pendukung mutu yang belum ada, manajemen kompensasi yang kompetitif, dan pengembangan SDM sejalan dengan perbaikan teknologi dan fasilitas kerja.</p>
<p>YANG KETIGA, Pimpinan yang sepertinya <strong>tidak peduli</strong> tentang faktor-faktor standar mutu yang mempengaruhi kinerja karyawan. Pemimpin seperti ini adalah pemimpin yang sudah tahu standar mutu dan kinerja di perusahaan yang dia kelola tetapi tidak peduli terhadap keberhasilan dari standar mutu dan kinerja yang harus dihasilkan. Hal ini terjadi karena ketidakpuasan pimpinan terhadap kebijakan mutu yang telah disepakati atau ketidakpuasan terhadap pimpinan mereka.</p>
<p>Menanggapi fenomena di atas pendekatan yang harus dilakukan adalah mengupas sumber masalah satu demi satu yang dipandang relatif lebih kompleks. Mengapa demikian? Karena yang menjadi sasaran utama perbaikan mutu kerja tidak saja karyawan tetapi juga pimpinan yang mengelola perusahaan tersebut. Pemahaman yang harus diberikan adalah pimpinan harus bersikap satria dan wibawa ketika harus menerima kebijakan muu yang telah disepakati dan tegas menjalankan dengan segala resiko yang dihadapi. Selain itu harus luwes terhadap pelaksanaan mutu terhadap kinerja karyawan selama masih dalam batasan standar mutu yang telah dibuat dan proporsional dalam mewujudkan toleransi. Untuk mempermudah dalam kinerja maka perusahaan harus menetapkan standar baku tentang mutu  dan  batas-batas toleransi yang bisa diterima dalam hal mutu kerja karyawan</p>
<p>Dalam rangka menetapkan standar baku tentang mutu  dan  batas-batas toleransi yang bisa diterima dalam hal mutu kerja karyawan oleh perusahaan maka perlu dibentuk komisi mutu. Pembentukan komisi mutu organisasi ini memiliki tugas sebagai berikut,</p>
<ol>
<li>Membantu Pimpinan memikirkan dan merancang hal-hal yang perlu diperbaiki dan merekomendasi standar mutu yang dapat diterapkan dalam mencapai kinerja yang baik bagi perusahaan.</li>
<li>komisi mutu terdiri dari orang-orang yang berpengalaman dalam bidang mutu dan standar kinerja perusahaan, masih memiliki waktu dan kepedulian pada  mutu perusahaan.</li>
<li>Mencari, melengkapi, dan membuat berbagai data, informasi, prodedur, formulir, jadwal pelatihan dan audit yang berkaitan dengan mutu kinerja perusahaan.</li>
<li>Merekomendasikan atas prioritas perbaikan mutu yang harus segera dikerjakan.</li>
<li>Merekomendasikan kepada pimpinan fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk perbaikan mutu dan kinerja perusahaan.</li>
</ol>
<p>Bentuk komitmen dari karyawan bisa diujudkan dengan beberapa hal seperti tercantum di bawah ini,</p>
<ol>
<li>Komitmen dalam mencapai visi,misi, dan tujuan organisasi.</li>
<li>Komitmen dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja dan standar mutu organisasi.</li>
<li>Komitmen dalam mengembangkan mutu sumberdaya manusia dan mutu produk perusahaan.</li>
<li>Komitmen dalam mengembangkan kebersamaan tim kerja secara efektif dan efisien.</li>
<li>Komitmen untuk berdedikasi pada organisasi secara kritis, skeptis dan rasional.</li>
</ol>
<p>Whitmore (1996) mengemukakan bahwa tanggung jawab dan partisipasi yang menyeluruh dapat dianggap sebagai kadar yang menunjukkan sejauh mana komitmen organisasi dalam diri karyawan secara keseluruhan merupakan bagian penting dalam kehidupannya. Perilaku produktif merupakan konsekuensi dari adanya suatu tanggung jawab dari karyawan untuk mencapai kinerja yang tinggi melalui cara-cara kerja yang efektif dan efisien (Hartijasti, 2002). Hal ini menjadikan karyawan mau mengerahkan tenaga, pikiran, dan potensinya serta berpartisipasi secara penuh untuk mencapai tujuan organisasi (Janssen, et. al, 1998).</p>
<p>Dirangkum oleh Teddy Wirawan Trunodipo dari  <a href="http://indosdm.com/">http://indosdm.com</a> <a href="http://natlovndy-blogtia.blogspot.com/">http://natlovndy-blogtia.blogspot.com</a> <a href="http://www.institutmahardika.com/">http://psikomedia.com http://rumahbelajarpsikologi.com</a> <a href="http://www.institutmahardika.com/">http://warnadunia.com</a> <a href="http://www.institutmahardika.com/">http://www.institutmahardika.com</a> sebagai bahan mengajar KEWIRAUSAHAAN</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/7090657/SikapPeduliTerhadapMutuHasilKerja.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/582/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=582&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/11/03/peduli-terhadap-mutu-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMITMEN PADA PERILAKU KERJA PRODUKTIF</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/23/komitmen-pada-perilaku-kerja-produktif/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/23/komitmen-pada-perilaku-kerja-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 04:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMITMEN]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[PRODUKTIF]]></category>
		<category><![CDATA[WAKTU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan memahami bisnis dengan baik sehingga mampu membuat komitmen yang lebih baik dari orang lain. Komitmen yang baik terbentuk dari komitmen yang tinggi pada dirinya. Komitmen yang tinggi merupakan wujud dari karakter yang dimiliki oleh pribadi yang mentaati dan memenuhi janji untuk memajukan bisnis sampai berhasil. Makna dari istilah komitmen tinggi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=562&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan memahami bisnis dengan baik sehingga mampu membuat komitmen yang lebih baik dari orang lain. Komitmen yang baik terbentuk dari komitmen yang tinggi pada dirinya. Komitmen yang tinggi merupakan wujud dari karakter yang dimiliki oleh pribadi yang mentaati dan memenuhi janji untuk memajukan bisnis sampai berhasil. Makna dari istilah komitmen tinggi adalah tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada bisnis usaha yang telah dibuat dan dijalankan.</p>
<p><span id="more-562"></span>Sikap yang mencerminkan dari komitmen yang tinggi terlihat di bawah ini,</p>
<p>A. Menerapkan Perilaku Tepat Waktu</p>
<ol>
<li>Tepat Waktu adalah Organisasi, artinya keseluruhan dari aktifitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.</li>
<li>Tepat Waktu adalah Kekuasaan, maksudnya adalah waktu yang kita hadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang.</li>
<li>Tepat Waktu adalah Nilai Uang, maksudnya dalah waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang</li>
<li>Tepat Waktu adalah Ukuranya maksudnya adalah menentukan berapa lama harus untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang kita abaikan sehingga dapat menimbulkan kerugian.</li>
</ol>
<p>B. Menerapkan Komitmen Tinggi terhadap Pengendalian Diri</p>
<ol></ol>
<p>Pengendalian diri seorang wirausaha adalah penentu keberhasilan. Perlu dipahami bahwa dalam diri seorang wirausaha selalu ada dua hal yang akan dihadapinya di waktu yang akan datang yaitu kesuksesan dan kegagalan. Perilaku pengendalian diri sangat dibutuhkan dalam mencapai dan mempertahankan kesuksesan maupun menghadapi situasi-situasi sulit di saat mengalami kegagalan. Faktor komitmen tinggi untuk menerapkan pengendalian diri diperlukan agar usaha yang dirintisnya sukses. Berikut ini faktor-faktor yang mendukung terwujudnya pengendalian diri.<strong> </strong></p>
<ol>
<li>Tabah yaitu tetap kuat dalam ahti hati ketika menghadapi cobaan dan kesulitan hidup.</li>
<li>Sabar yaitu ketenangan hati dalam menghadapi segala situasi yang kurang berkenan di dalam hati.</li>
<li> Keuletan yaitu sikap yang ditunjukkan dengan tangguh, kuat dan tidak mudah putus asa dalam  mencari jalan yang lebih baik untuk maju dan mencapai suksesan.</li>
<li> Disiplin sikap kerja yang ditunjukkan dengan ketaatan pada peraturan dan prosedur yang telah dibuat sehingga tidak terjadi penyimpangan. Disiplin juga memiliki arti lain yaitu tetap konsisten dengan kemampuan, ilmu yang dimiliki, dan usaha bisnis yang dijalankan.</li>
<li>Kerjasama yaitu sebuah kegiatan atau usaha yg dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan keberhasilan bersama.</li>
</ol>
<p>C. Menerapkan Perilaku Tepat Janji di dunia kerja</p>
<p>1. Sikap-sikap dalam penerapan perilaku tepat janji di lingkungan kerja diantaranya,</p>
<ul>
<li>Membiasakan sehari-harinya untuk mendayagunakan tepat janji di lingkungan kerja</li>
<li>Membiasakan mendidik diri sendiri diri sendiri dalam belajar dan jangan berbohong</li>
<li>Merenungi kelengahan dan kelemahan yang terdapat dalam pribadi serta cara untuk mengatasinya</li>
<li>Merenungkan keberhasilan dan kegagalannya didalam belajar, berkarya, berkinerja, dan berprestasi.</li>
<li>Sadarilah bahwa budaya menempati janji itu sangat berharga untuk mengisi kehidupan dalam belajar, berkarya, dan berprestasi.</li>
</ul>
<ol></ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Dasar potensi kepribadian diri yang dapat digunakan sebagai pembentuk perilaku tepat janji adalah,</p>
<ul>
<li>Sebuah wawasan tentang pentingnya menepati janji.</li>
<li>Bersikap mental tinggi dalam menepati janji.</li>
<li>Terampil di dalam belajar, berencana, dan berusaha melakukan pekerjaan.</li>
</ul>
<ol></ol>
<p>Dirangkum oleh Teddy Wirawan Trunodipo dari<a href="http://indosdm.com/"> http://indosdm.com, </a><a href="http://www.institutmahardika.com/">http://www.institutmahardika.com, </a><a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/">http://pusatbahasa.diknas.go.id, </a><a href="http://psikomedia.com/">http://psikomedia.com, </a><a href="http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/komitmen-organisasi.html">http://rumahbelajarpsikologi.com, </a><a href="http://warnadunia.com/">http://wangmuba.com, http://warnadunia.com </a> sebagai bahan mengajar KEWIRAUSAHAAN</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/7033106/PenerapanKomitmenPadaPerilakuKerjaProduktif.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=562&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/23/komitmen-pada-perilaku-kerja-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEFINISI DAN FAKTOR PEMBENTUK KOMITMEN</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/22/definisi-dan-faktor-pembentuk-komitmen/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/22/definisi-dan-faktor-pembentuk-komitmen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 07:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[DEFINISI]]></category>
		<category><![CDATA[FAKTOR]]></category>
		<category><![CDATA[KOMITMEN]]></category>
		<category><![CDATA[ORGANISASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Komitmen organisasi, menurut Alwi, (2001) adalah sikap karyawan untuk tetap berada dalam organisasi dan terlibat dalam upaya-upaya mencapai misi, nilai-nilai dan tujuan organisasi. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa komitmen merupakan suatu bentuk loyalitas yang lebih konkret yang dapat dilihat dari sejauh mana karyawan mencurahkan perhatiasn, gagasan, dan tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Meyer dan Allen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=554&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Komitmen organisasi, menurut Alwi, (2001) adalah sikap karyawan untuk tetap berada dalam organisasi dan terlibat dalam upaya-upaya mencapai misi, nilai-nilai dan tujuan organisasi. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa komitmen merupakan suatu bentuk loyalitas yang lebih konkret yang dapat dilihat dari sejauh mana karyawan mencurahkan perhatiasn, gagasan, dan tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan organisasi.<br />
<span id="more-554"></span></p>
<p>Meyer dan Allen (1991) merumuskan suatu definisi mengenai komitmen dalam berorganisasi sebagai suatu konstruk psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota organisasi dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi. Berdasarkan definisi tersebut anggota yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan lebih dapat bertahan sebagai bagian dari organisasi dibandingkan anggota yang tidak memiliki komitmen terhadap organisasi.</p>
<p>Penelitian dari Baron dan Greenberg (1990) menyatakan bahwa komitmen memiliki arti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai nilai perusahaan, di mana individu akan berusaha dan berkarya serta memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di perusahaan tersebut</p>
<p>Begley &amp; Cjazka, (1993) menggolongkan faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi tersebut dalam 4 kategori, yaitu :</p>
<ol>
<li> Karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan)</li>
<li> Karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan</li>
<li> Karakteristik struktural (formalitas, desentralisasi)</li>
<li> Pengalaman dalam kerja</li>
</ol>
<p>Dessler, (1994), berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kekuatan identifikasi dari keterlibatan individu dengan organisasi. Komitmen yang tinggi dicirikan dengan 3 hal, yaitu :</p>
<ol>
<li> Kepercayaan      dan penerimaan yang kuat terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi</li>
<li> Kemauan yang kuat untuk bekerja demi organisasi</li>
<li> Keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi</li>
</ol>
<p>Gibson, et. al, (1995) menguraikan pendapat Buchanan; bahwa komitmen organisasi melibatkan 3 sikap, yaitu:</p>
<ol>
<li> Identifikasi dengan tujuan organisasi</li>
<li> Perasaan keterlibatan dalam tugas-tugas organisasi</li>
<li> Perasaan loyalitas terhadap organisasi</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Dirangkum oleh : Teddy Wirawan Trunodipo sebagai bahan mengajar KEWIRAUSAHAAN</p>
<p>Sumber :<br />
Behavior Organizations, Gibson, et. al, (1995)<br />
<a href="http://indosdm.com/">http://indosdm.com</a><br />
<a href="http://www.institutmahardika.com/">http://www.institutmahardika.com</a><br />
<a href="http://psikomedia.com/">http://psikomedia.com</a><br />
<a href="http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/komitmen-organisasi.html">http://rumahbelajarpsikologi.com</a><br />
<a href="http://wangmuba.com/2009/03/05/pengertian-komitmen-organisasi/">http://wangmuba.com</a><br />
<a href="http://warnadunia.com/">http://warnadunia.com</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/7021242/KOMITMENT.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=554&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/22/definisi-dan-faktor-pembentuk-komitmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>25 PELUANG USAHA JASA PEMBUATAN SOFTWARE</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/13/25-peluang-usaha-jasa-pembuatan-software/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/13/25-peluang-usaha-jasa-pembuatan-software/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 02:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPUTER]]></category>
		<category><![CDATA[PELUANG]]></category>
		<category><![CDATA[PELUANG BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBUATAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[PROGRAM]]></category>
		<category><![CDATA[SOFTWARE]]></category>
		<category><![CDATA[TEKNOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[WIRAUSAHA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Usaha jasa pembuatan software adalah bisnis yang tidak membutuhkan banyak modal keuangan. Modal utama adalah keterampilan komputer dan kecerdasan menterjemahkan sistem kerja yang dikehendaki oleh konsumen. Alat utama yang digunakan adalah komputer didukung oleh software yang saaat ini sedang berkembang. Bahasa pemrograman tidaklah sulit bagi yang lulusan dari jurusan Teknologi Informasi tetapi orang yang bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=548&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Usaha jasa pembuatan software adalah bisnis yang tidak membutuhkan banyak modal keuangan. Modal utama adalah keterampilan komputer dan kecerdasan menterjemahkan sistem kerja yang dikehendaki oleh konsumen. Alat utama yang digunakan adalah komputer didukung oleh software yang saaat ini sedang berkembang. Bahasa pemrograman tidaklah sulit bagi yang lulusan dari jurusan Teknologi Informasi tetapi orang yang bukan lulusan IT dapat mengembangkan dengan menjadi pemasar produk, penerjemah keinginan konsumen, mediator konsumen dan pembuat (broker). <span id="more-548"></span></p>
<p>Kemuan teknologi harus dapat diimbangi karena akan mempermudah dan memperlancar proses bekerja. Tren bekerja secara manual harus mulai ditinggalkan dan sekarang sudah mau masuk dengan tren komputerisasi. Melihat perubahan tersebut maka harsulah berani memamfaatkan peluang ini dengan membuat bisnis yang berbasis komputer. Di bawah ini akan dipaparakan sebanyak 25 peluang usaha dari jasa pembuatan software / perangakat lunak komputer dalam rangka meninggkatkan kinerja perusahaan.</p>
<p>Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pembukuan administrasi<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software akuntansi dan keuangan<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pembelian barang<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software penjualan barang<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pencatatan dan pengendalian persediaan<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software apotek<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software rumah sakit<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software rumah bersalin<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software koperasi simpan pinjam<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software BPR<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software penjualan tiket<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software perpustakaan<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software absensi dan kartu pegawai<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software koreksi soal tes<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pengiriman iklan ke berbagai web<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pencatatan dan penyusutan aset<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pembukuan utang &#8211; piutang<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pembukuan kartu pengobatan karyawan<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pembukuan klaim asuransi<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software parkir<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pencampuran bahan kimia: cat, obat, dll<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software CNC<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pembukuan dan akuntansi<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software pengiriman barang<br />
Peluang Usaha Jasa Pembuatan software penyelamatan data</p>
<p>Bagi Anda yang berminat dalam pembuatan software untuk perusahaan Anda, dapat saya referensikan ke rekanan yang memiliki kompetensi pembuatan software seperti di atas.</p>
<p>Materi ini dibuat oleh Teddy Wirawan Trunodipo dalam rangka memberi referensi peluang bisnis untuk KEWIRAUSAHAAN</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6891835/26PeluangUsahaJasaPembuatansoftware.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/548/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=548&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/10/13/25-peluang-usaha-jasa-pembuatan-software/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA KERJA MENGIRIM UANG DI MONEYBROOKERS.COM</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/09/04/cara-kerja-mengirim-uang-di-moneybrookers-com/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/09/04/cara-kerja-mengirim-uang-di-moneybrookers-com/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 01:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[CARA KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[LANGKAH-LANGKAH]]></category>
		<category><![CDATA[MONEYBOOKERS]]></category>
		<category><![CDATA[TRANSFER]]></category>
		<category><![CDATA[UANG]]></category>
		<category><![CDATA[VIDEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[&#60;a href=&#34;http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http://teddywirawan.wordpress.com/2009/09/04/<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=459&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk pengirim</p>
<p>1. Pergilah ke &#8220;rumah&#8221;, pilih negara pengirim dan penerima, klik &#8220;kirim sekarang&#8221;</p>
<p>2. Silahkan masukkan detail, yang kita membutuhkan untuk alasan peraturan</p>
<p>3. Pilih pilihan dana Anda, tentukan jumlah dan memberikan kami dengan rincian penerima diperlukan</p>
<p>4. Lengkapi transaksi dan uang Anda dalam perjalanan!</p>
<p>Untuk penerima</p>
<p>1. Penerima transfer uang Anda akan menerima email pemberitahuan</p>
<p>2. Para penerima tanda-up dengan Moneybookers atau log on, jika sudah sign up</p>
<p>3. Penerima memilih salah satu rekening bank, kartu VISA atau cek sebagai opsi penarikan</p>
<p>4. Dana tiba 1-3 hari kerja setelah penarikan dimulai</p>
<p><a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.moneybookers.com/creatives/demo/send_money_demo.html&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhhCZgq0UPx8RJ1XeJUWuTzDqqLbvA" target="_blank">Melihat video</a></p>
<p>Mentransfer uang ke rekening bank Anda sendiri</p>
<p>1. Sign-up dengan Moneybookers</p>
<p>2. Klik &#8220;upload dana&#8221; dan dana rekening Moneybookers Anda</p>
<p>3. Tambahkan rekening bank, yang Anda ingin mentransfer uang ke, ke account Moneybookers</p>
<p>4. Klik &#8220;mencairkan dana&#8221;, pilih rekening bank ini dan dana Anda akan tiba 1-3 hari kerja kemudian</p>
<p><a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.moneybookers.com/creatives/demo/transfer_money.html&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhiiwaBtiR399gqaz8BOJz6t1UYv1Q" target="_blank">Melihat video</a></p>
<p>sumber dari <a href="http://moneybookers.com">MONEYBROOKERS.COM</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=459&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/09/04/cara-kerja-mengirim-uang-di-moneybrookers-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAKTOR PENYEBAB KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN BERWIRAUSAHA</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/31/faktor-penyebab-keberhasilan-dan-kegagalan-berwirausaha/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/31/faktor-penyebab-keberhasilan-dan-kegagalan-berwirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KELOLA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPETEN]]></category>
		<category><![CDATA[MENUJU KEGAGALAN]]></category>
		<category><![CDATA[PAHAM]]></category>
		<category><![CDATA[POTENSI]]></category>
		<category><![CDATA[TEKNOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[TRANSISI]]></category>
		<category><![CDATA[WIRAUSAHA BERHASIL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[
Seseorang ketika mengawali usahanya harus siap dengan dua hal yaitu : berhasil dalam mengembangkan usahanya atau gagal sama sekali dalam usahanya. 
Penyebab wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya:

 Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=453&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Seseorang ketika mengawali usahanya harus siap dengan dua hal yaitu : berhasil dalam mengembangkan usahanya atau gagal sama sekali dalam usahanya. <span id="more-453"></span></p>
<p style="text-align:left;">Penyebab wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya:</p>
<ol style="text-align:left;">
<li> Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.</li>
<li>Kurangnya pemahaman bidang usaha yang diambil karena tidak dapat memvisualisasikan dengan jelas usaha yang akan digeluti. Seorang wirausahawan apabila tidak dapat mendeskripsikan dan memvisualisakan bentuk usaha yang  digeluti mengantar pada kehancuran usaha. Pemaham bisnis atau bidang usaha yang diambil secara kontekstual dan riel sangat membantu arah, tujuan, misi, dan visi perusahaan. Kejelasan bidang usaha yang telah ditentukan sangat membantu dan mempermudah mengambil kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat.</li>
<li>Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan kendali kredit). Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Aktivitas yang telah dilalui seperti pembayaran utang-piutang, jumlah pesanan, jadwal kirim, proses produksi, dll akan tidak dapat terselelsaiak dengan baik. Penangana modal dan kreditdari bank atau swasta apabila tidak dicatat pengeluaran dan alokasi penggunaannya akan semakin memperburuk kondisi keuangan. Alangkah baiknya dalam melakukan aktivitas selalu berpedoman “Segala yang telah dikerjakan harus dicatat dan segala yang tercatat harus dapat dikerjakan dengan baik”  sehingga perusahaan yang menggunakan prinsip tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.</li>
<li>Gagal dalam perencanaan. Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya karena rencana yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau sebuah idealis yang belum pernah diaplikasikan. Kegagalan ini terjadi karena tidak tahu sama seklai kondisi atau medan usaha yang digelutinya. Faktor-faktor yang mendukung kegagalan dalam melaksanakan atau menerapkan rencana adalah dari dalam diri sendiri.</li>
<li>Tempat usaha dan lokasi yang kurang memadai. Tempat usaha dan lokasi sangat menentukan kelancaran bisnis yang digeluti. Salah memilih, membangun, atau membuka tempat usaha yang harapnnya dapat memperbesar usaha justru kandas karena kesalahan tersebut. Tempat usaha seharusnya diperiksa dulu kelayakannya seperti budaya, karakter, strata sosial, pendapatan, selera, kemanan masyarakat disekitarnya.</li>
<li>Kurangnyam pemahaman dalam pengadaan, pemeliharaan, dan pengawasan bahan baku dan sarana peralatan. Kemampuan dalam pengadaan, pemeliharaan, pengawasan bahan baku dan peralatan yang dimiliki sangatlah penting. Karena apabila tidak memiliki kemapuan dalam bidang ini akan membuat biaya operasioanal semakin tinggi dan kerugian akan terjadi.</li>
<li>Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi perubahan teknologi. Seoranng yang berwirausaha haruis berani melakukan perubahan dalam organisasinya. Salah satu perubahan yang dapat membantunya adalah perubahan teknologi yang sedang berkembang. Ketidakmampuan mengikuti perubahan teknologi tidak membuat organisasi mati begitu saja tetapi pergerakan organisasinya berlahan-lahan lambat dan berangsur-angsur ketinggalan dengan organisasi yang lain yang lebih cepat menanggapi perubahan teknologi.</li>
<li>Hambatan birokrasi. Birokrasi sangat membantu dalam kearsipan dan adminsitrasi organisasi tetapi apabila birokrasi sangat lambat dan menghambat sama sekali maka akan memperlambat laju kinerga organsiasi.</li>
<li>Keuntungan yang tidak mencukupi. Keuntungan yang akan diperoleh dalam berwirausaha adalah dasar motivasi ketika seseorang merencanakan bidang usaha. Akan tetapi keuntungan yang diperolah di luar dari jangkau biaya yang telah dikeluarkan atau perkiraan laba yang diperoleh sebelumnya akan mengakibatkan kelangsungan usaha yang cepat berhenti. Motivasi karena bayangnan keuntungan yang diperoleh sangat tinggi adalah sikap yang kurang objektif apabila belum mengetahui kondisi lingkungan bisnis yang sebenarnya. Hal yanng paling penting sebelum mnemproleh laba yang tinggi adalah cepat kembalinya modal awal yang digunakan sebagai operasional awal.</li>
<li>Tidak adanya produk yang baru. Produk yang telah dibuat dan berhasil memenangi pasar belum tentu akan bertahan lama karena banyak kompetitor yang selalu melakukan inovasi maupun perbaikan produk mereka untuk tampil di pasar. Pengusaha yang tidak pernah menampilkan produk baru yang kreatif maupun inovatif akan mempercepat berhenti usahanya. Hal ini terjadi karena tidak mampu bersaing oleh kompetitor yang telah mengeluarkan produk baru dan mearik perhatian pasar.</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan:<br />
1.	Pendapatan yang tidak menentu<br />
2.	Kerugian akibat hilangnya modal investasi<br />
3.	Perlu kerja keras dan waktu yang lama<br />
4.	Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap</p>
<p style="text-align:left;">Keuntungan berwirausaha:<br />
1.	Otonomi<br />
2.	Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi<br />
3.	Kontrol finansial</p>
<p style="text-align:left;">Kerugian berwirausaha:<br />
1.	Pengorbanan personal<br />
2.	Beban tanggungjawab<br />
3.	Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal</p>
<p style="text-align:left;">Langkah Menuju Keberhasilan<br />
1.	Memiliki ide atau visi bisnis yang jelas<br />
2.	Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang<br />
3.	Membuat perencanaan usah, menorganisasikan, dan menjalankannya<br />
4.	Mengembangkan hubungan,, baik dengan mitar usaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan</p>
<p style="text-align:left;">Sumber<br />
<a href="http://ghanoz2480.wordpress.com">http://ghanoz2480.wordpress.com</a><br />
<a href="http://ipan.web.id">http://ipan.web.id</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244240/FaktorPenyebabKeberhasilandanKegagalanKewirausahan.rtf.html"><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244240/FaktorPenyebabKeberhasilandanKegagalanKewirausahan.rtf.html"><strong>DOWNLOAD MATERI</strong></a></p>
<p style="text-align:center;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=453&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/31/faktor-penyebab-keberhasilan-dan-kegagalan-berwirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TRANSFER UANG DI SELURUH DUNIA DENGAN MONEYBOOKERS</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/27/transfer-uang-di-seluruh-dunia-dengan-moneybookers/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/27/transfer-uang-di-seluruh-dunia-dengan-moneybookers/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 03:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[BEKERJA CEPAT]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPETITIF]]></category>
		<category><![CDATA[KREDIT]]></category>
		<category><![CDATA[LAYANAN]]></category>
		<category><![CDATA[LEWAT DEBIT]]></category>
		<category><![CDATA[MONEYBOOKERS]]></category>
		<category><![CDATA[PAYPAL]]></category>
		<category><![CDATA[TRANSFER]]></category>
		<category><![CDATA[UANG]]></category>
		<category><![CDATA[VISA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[DOWNLOAD MATERI
www.moneybookers.com adalah sistem pembayaran internasional terkemuka dan menawarkan layanan transfer uang. Moneybookers menyediakan alternatif yang sangat kompetitif untuk transfer uang biasa ke bank dengan berfokus pada pendekatan yang nyaman, biaya rendah, dan keamanan yang sangat tinggi. Transfer uang dapat dilakukan dalam mata uang pilihan Anda dan membiarkan penerima memilih mereka dalam mata uang domestik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=440&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6535681/TransferuangdiseluruhduniadenganMoneybookers.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
<p><a href="http://moneybookers.com">www.moneybookers.</a>com adalah sistem pembayaran internasional terkemuka dan menawarkan layanan transfer uang. Moneybookers menyediakan alternatif yang sangat kompetitif untuk transfer uang biasa ke bank dengan berfokus pada pendekatan yang nyaman, biaya rendah, dan keamanan yang sangat tinggi. Transfer uang dapat dilakukan dalam mata uang pilihan Anda dan membiarkan penerima memilih mereka dalam mata uang domestik. Moneybookers menawarkan kepada Anda sebuah konversi mata uang yang sangat rendah (salah satu yang terendah di pasar). Moneybookers juga menawarkan kepara pelanggan e-wallet solusi dalam 12 bahasa yang berbeda sejak tahun 2001.<span id="more-440"></span></p>
<p>Moneybookers berbasis di Inggris dan <a href="http://wisanggeni-konsultan.blogspot.com">menawarkan</a> layanan transfer uang ke lebih dari 180 negara di seluruh dunia. Selain itu memperluas jaringan lokal memungkinkan Anda untuk menggunakan dana lebih dari 60 pilihan, seperti: bank transfer, kartu debit, kartu kredit (Visa, MasterCard, Maestro, American Express &#8230;), Poli, Sofortüberweisung, dan banyak lagi! Anda hanya membutuhkan komputer dan Anda akan dapat mentransfer uang secara online tanpa ada biaya tersembunyi! Uang akan dikirim langsung ke alamat email teman.</p>
<p>Untuk melakukan hal ini Anda harus memiliki kartu kredit untuk mendanai account Anda atau mentransfer uang dari rekening bank / cepat. Sekali Anda telah didanai account Anda dengan kami, jumlah yang diinginkan langsung mengirim secara online. Penerima akan menerima uang yang Anda kirim dia / dia di mata uang lokal dan dapat menarik dana ke salah satu rekening bank lokal, kartu Visa atau mendapatkan cek.</p>
<p>Negara-negara yang ada dalam area operasinalnya adalah Argentina, Australia, Austria, Belgium, Bolivia, Brazil, Canada, Chile, China, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, Finland, France, Germany, Greece, Guatemala, Honduras, Hong Kong, Hungary, India, Ireland, Italy, Jamaica, Mexico, Netherlands, New Zealand, Nicaragua, Panama, Paraguay, Peru, Philippines, Poland, Portugal, Slovenia, South Africa, Spain, United Kingdom, Uruguay, and Vietnam. Negara-negara ini termasuk: Argentina, Australia, Austria, Belgia, Bolivia, Brazil, Kanada, Chili, Cina, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, Honduras, Hong Kong, Hungaria, India , Irlandia, Italia, Jamaika, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Filipina, Polandia, Portugal, Slovenia, Afrika Selatan, Spanyol, Inggris, Uruguay, dan Vietnam.</p>
<p>Ada beberapa alasan untuk menggunakan Moneybookers<br />
1)	Mereka terbuka untuk anggota dari semua negara tidak seperti Paypal.<br />
2)	Mereka memiliki biaya lebih sedikit dibandingkan dengan Paypal<br />
3)	dukungan pelanggan mereka adalah besar.<br />
4)	Upload dan Withdraw dana cepat.<br />
5)	Kurang kemungkinan penipuan karena dana siaga yang mereka sediakan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.moneybooker.com">www.moneybooker.com</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6535681/TransferuangdiseluruhduniadenganMoneybookers.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=440&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/27/transfer-uang-di-seluruh-dunia-dengan-moneybookers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERILAKU KERJA PRESTATIF – Memiliki Kreatifitas Tinggi</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/14/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-memiliki-kreatifitas-tinggi/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/14/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-memiliki-kreatifitas-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 07:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[DEFINISI]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KEWIRAUSASAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF]]></category>
		<category><![CDATA[PELUANG]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[PRESTATIF]]></category>
		<category><![CDATA[SUMBER IDE]]></category>
		<category><![CDATA[TINGGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[
Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=417&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:right;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244607/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-KreatifitasTinggi.rtf.html"><strong></strong></a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6244607/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-KreatifitasTinggi.rtf.html"></a>Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.<span id="more-417"></span>Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing).</p>
<p>Dalam Wikipedia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Seseorang yang kreatif akan mampu untuk selalu melihat segala sesuatu dengan cara berbeda dan baru, yang biasanya tidak dilihat oleh orang lain.</p>
<p>Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu:<br />
1.	Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.<br />
2.	Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.<br />
3.	Menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan<br />
lebih baik.</p>
<p>Menurut Zimmerer(1996:7), “creativity ideas often arise when entrepreuneurs look at something old and think something new or different”. Ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah nenciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing).</p>
<p>Rahasia kewirausahaan adalah dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi tiap hari (applying creativity and inovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face every day). Berinisiatif ialah mengerjakan sesuatu tanpa menunggu perintah. Kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi.</p>
<p>Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses berpikir kreatif dalam kewirausahaan, yaitu:<br />
Tahap 1: Persiapan (Preparation) meletakan dasar pemikiran, mempelajari latar belakang  masalah, seluk beluk dan problematikanya.<br />
Tahap 2: Penyelidikan (Investigation) melakukan penyelidikan terhadap hal-hal yang akan dikembangkan<br />
Tahap 3: Transformasi (Transpormation) berkaitan dengan proses konversi/perubahan dari data sumber ke data tujuan.<br />
Tahap 4: Penetasan (Incubation) mengeluarkan atau mendapatkan ide, gagasan baru, pemecahan masalah, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru dan lain-lain.<br />
Tahap 5: Penerangan (Illumination) memberikan urain yang jelas pada persoalan yang ada sehingga menjadi semakin terang pokok persolan dan pemecahannya<br />
Tahap 6: Pengujian (Verification) melakukan pengjuian kecil maupun besar dengan alat bantu uji statistik, matematik, historis, maupun diskriptif<br />
Tahap 7: Implementasi (Implementation) mengimplementasikan semua yang telah diperoleh agar semakin menunjukkan hasil yang semakin baikdan sempurna.</p>
<p>Untuk menjadi kreatif, seseorang tidak dapat melakukannya begitu saja. Ada proses yang harus dilalui. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan.Tahap yang biasa dilalui dalam suatu kreativitas yaitu :<br />
1.	Menyelidiki (peluang) : proses mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan. Jika jawaban atas suatu pertanyaan telah didapat maka proses kreativitas sudah dimulai.<br />
2.	Menemukan (ide-ide) : proses melihat dan menilai berbagai teknik dan metode yang mungkin dapat membantu dalam menyelesaikan masalah, tanpa menggunakan cara berpikir yang traditional.<br />
3.	Memilih (ide yang paling berpeluang) : proses untuk mengidentifikasi dan memilih ide-ide yang paling mungkin untuk dilaksanakan.<br />
4.	Melaksanakan : bagaimana membuat suatu ide dapat diimplementasikan.</p>
<p>Sumber :<br />
Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si<br />
http://www.renijudhanto.com</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6244607/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-KreatifitasTinggi.rtf.html"><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244607/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-KreatifitasTinggi.rtf.html"><strong>DOWNLOAD MATERI</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=417&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/14/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-memiliki-kreatifitas-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERILAKU KERJA PRESTATIF – Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/13/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-selalu-komitmen-dalam-pekerjaan-memiliki-etos-kerja-dan-tanggung-jawab/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/13/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-selalu-komitmen-dalam-pekerjaan-memiliki-etos-kerja-dan-tanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 07:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[ETOS KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMITMEN]]></category>
		<category><![CDATA[ORGANISASI]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[PRESTATIF]]></category>
		<category><![CDATA[TANGGUNG JAWAB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=412&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang peluang yang ada dipasar. <span id="more-412"></span></p>
<p>Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya. Salah satu sumber bala yang menimbulkan bencana nasional akhir-akhir ini adalah karena tidak dimilikinya etos kerja yang memadai bagi bangsa kita.</p>
<p>Belajar dari negara lain, Jerman dan Jepang yang luluh lantak di PD II. Tetapi kini, lima puluh tahun kemudian, mereka menjadi bangsa termaju di Eropa dan Asia. Mengapa? Karena etos kerja mereka tidak ikut hancur. Yang hancur hanya gedung-gedung, jalan, dan infrastruktur fisik.</p>
<p>Max Weber menyatakan intisari etos kerja orang Jerman adalah : rasional, disiplin tinggi, kerja keras, berorientasi pada kesuksesan material, hemat dan bersahaja, tidak mengumbar kesenangan, menabung dan investasi. Di Timur, orang Jepang menghayati “bushido” (etos para samurai) perpaduan Shintoisme dan Zen Budhism. Inilah yang disebut oleh Jansen H. Sinamo (1999) sebagai “karakter dasar budaya kerja bangsa Jepang”.</p>
<p>Ada 7 prinsip dalam bushido, ialah :<br />
1.	Gi : keputusan benar diambil dengan sikap benar berdasarkan kebenaran, jika harus mati demi keputusan itu, matilah dengan gagah, terhormat,<br />
2.	Yu : berani, ksatria,<br />
3.	Jin : murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama,<br />
4.	Re : bersikap santun, bertindak benar,<br />
5.	Makoto : tulus setulus-tulusnya, sungguh-sesungguh-sungguhnya, tanpa pamrih,<br />
6.	Melyo : menjaga kehormatan martabat, kemuliaan,<br />
7.	Chugo : mengabdi, loyal. Jelas bahwa kemajuan Jepang karena mereka komit dalam penerapan bushido, konsisten, inten dan berkualitas.</p>
<p>Begley &amp; Cjazka, (1993) menggolongkan faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi tersebut dalam 4 kategori, yaitu :<br />
1.	Karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan)<br />
2.	Karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan<br />
3.	Karakteristik struktural (formalitas, desentralisasi<br />
4.	Pengalaman dalam kerja.<br />
Dessler, (1994), membagi komitmen organisasi dalam 3 (tiga) faktor, yaitu :<br />
1.	Kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan organisasi<br />
2.	Keinginan bekerja keras demi kepentingan organisasi<br />
3.	Keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap menjadi anggota organisasi</p>
<p>Meyer dan Allen (1991) merumuskan suatu definisi mengenai komitmen dalam berorganisasi yaitu sebagai suatu konstruksi psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota organisasi dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi. Berdasarkan definisi tersebut anggota yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan lebih dapat bertahan sebagai bagian dari organisasi dibandingkan anggota yang tidak memiliki komitmen terhadap organisasi.</p>
<p>Penelitian dari Baron dan Greenberg (1990) menyatakan bahwa komitmen memiliki arti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai perusahaan di mana individu akan berusaha dan berkarya serta memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di perusahaan tersebut.</p>
<p>Tiga dimensi utama dalam komitmen menurut Meyer &amp; Allen (1997) adalah,<br />
1.	Affective commitment  &#8211; Komitmen dipandang merefleksikan orientasi afektif terhadap organisasi; Affective commitment berkaitan dengan hubungan emosional anggota terhadap organisasinya, identifikasi dengan organisasi, dan keterlibatan anggota dengan kegiatan di organisasi. Anggota organisasi dengan affective commitment  yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena memang memiliki keinginan untuk selalu afektif terhadap organisasi (Allen &amp; Meyer, 1997).</p>
<p>2.	Continuance commitment – Pertimbangan kerugian jika meninggalkan organisasi; Continuance commitment berkaitan dengan kesadaran anggota organisasi akan mengalami kerugian jika meninggalkan organisasi. Anggota organisasi dengan continuance commitment yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena mereka memiliki kebutuhan untuk menjadi anggota organisasi tersebut untuk seterusnya bahkan selamanya (Allen &amp; Meyer, 1997).</p>
<p>3.	Normative commitment – Beban moral untuk terus berada dalam organisasi;  Normative commitment menggambarkan perasaan keterikatan untuk terus berada dalam organisasi. Anggota organisasi dengan normative commitment yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena merasa dirinya harus berada dalam organisasi tersebut dengan satu maupun berbagai alasan atau motivasi pribadi (Allen &amp; Meyer, 1997).</p>
<p>Sumber :<br />
Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si<br />
http://rumahbelajarpsikologi.com/komitmen-organisasi/oleh Karina, SPsi.<br />
http://wangmuba.com/2009/03/05/faktor-faktor-komitmen-organisasi/Oleh WangMuba<br />
http://www.psikomedia.com/Author : Ryan/Published : 2009/03/14</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6244239/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-KomitmenTinggi.rtf.html"><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244239/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-KomitmenTinggi.rtf.html"><strong>DOWNLOAD MATERI</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=412&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/13/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-selalu-komitmen-dalam-pekerjaan-memiliki-etos-kerja-dan-tanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERILAKU KERJA PRESTATIF – Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/12/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-memiliki-perilaku-inovatif-tinggi/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/12/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-memiliki-perilaku-inovatif-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[BERFIKIR INOVATIF]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF]]></category>
		<category><![CDATA[PEDOMAN DASAR]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[PRESTATIF]]></category>
		<category><![CDATA[SUMBER IDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[
Menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berwirausaha.   Menurut Poppy King, wirausaha muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yakni: pertama, obstacle (hambatan); kedua, hardship (kesulitan); ketiga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=408&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:right;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244238/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-InovatifTinggi.rtf.html"><strong></strong></a></p>
<p>Menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berwirausaha.   Menurut Poppy King, wirausaha muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yakni: pertama, obstacle (hambatan); kedua, hardship (kesulitan); ketiga, very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau). Sesungguhnya kewirausahaan dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Mengapa? cukup banyak alasan untuk mengatakan hal itu.   <span id="more-408"></span></p>
<p>Pertama, setiap orang memiliki cita-cita, impian, atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai manusia. Hal ini merupakan semacam &#8220;intuisi&#8221; yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. &#8220;Intuisi&#8221; ini berkaitan dengan salah satu potensi kemanusiaan, yakni daya imajinasi kreatif. Karena manusia merupakan satu-satunya mahluk ciptaan Tuhan yang, antara lain, dianugerahi daya imajinasi kreatif, maka ia dapat menggunakannya untuk berpikir. Pikiran itu dapat diarahkan ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan berpikir, ia dapat mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penting seperti: Dari manakah aku berasal? Dimanakah aku saat ini? Dan kemanakah aku akan pergi? Serta apakah yang akan aku wariskan kepada dunia ini?</p>
<p>Menelusuri sejarah pribadi di masa lalu dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan seseorang. Di dalamnya terdapat sejumlah pengalaman hidup : hambatan dan kesulitan yang pernah kita hadapi dan bagaimana kita mengatasinya, kegagalan dan keberhasilan, kesenangan dan keperihan, dan lain sebagainya. Namun, karena semuanya sudah berlalu, maka tidak banyak lagi yang dapat dilakukan untuk mengubah semua itu. Kita harus menerimanya dan memberinya makna yang tepat serta meletakkannya dalam suatu perspektif masa kini dan masa depan (Harefa: Sukses Tanpa Gelar, Gramedia Pustaka Utama, 1998 : 3-7).</p>
<p>Masa kini menceritakan situasi nyata dimana kita berada, apa yang telah kita miliki, apa yang belum kita miliki, apa yang kita nikmati dan apa yang belum dapat kita nikmati, apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dan apa yang menjadi hak asasi kita sebagai manusia, dan lain sebagainya. Dengan menyadari keberadaan kita saat ini, kita dapat bersyukur atau mengeluh, kita dapat berpuas diri atau menentukan sasaran berikutnya, dan seterusnya. Masa depan memberikan harapan, paling tidak demikianlah seharusnya bagi mereka yang beriman berkepercayaan. Bila kita memiliki masa lalu yang tidak menyenangkan, dan masih berada pada situasi dan kondisi yang belum sesuai dengan cita-cita atau impian kita, maka adalah wajar jika kita mengharapkan masa depan yang lebih baik, lebih cerah, lebih menyenangkan. Sebab selama masih ada hari esok, segala kemungkinan masih tetap terbuka lebar (terlepas dari pesimisme atau optimisme mengenai hal itu).</p>
<p>Jelas bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan bertalian langsung dengan daya imajinasi kita. Dan di dalam masa-masa itulah segala hambatan (obstacle), kesulitan (hardship), dan kesenangan atau suka cita (very rewarding life) bercampur baur jadi satu. Sehingga, jika Poppy King mengatakan bahwa ketiga hal itulah yang dihadapi oleh seorang wirausaha dalam bidang apapun, maka bukankah itu berarti bahwa kewirausahaan adalah untuk semua orang? Siapakah manusia di muka bumi ini yang tidak pernah menghadapi hambatan dan kesulitan untuk mencapai cita-cita dan impiannya?</p>
<p>Alasan kedua yang membuat kewirausahaan itu pada dasarnya untuk semua orang adalah karena hal itu dapat dipelajari. Peter F. Drucker, misalnya, pernah menulis dalam Innovation and Entrepreneurship bahwa, &#8220;Setiap orang yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dapat belajar menjadi wirausaha, dan berperilaku seperti wirausaha. Sebab (atau maka) kewirausahaan lebih merupakan perilaku daripada gejala kepribadian, yang dasarnya terletak pada konsep dan teori, bukan pada intuisi&#8221;. Dan perilaku, konsep, dan teori merupakan hal-hal yang dapat dipelajari oleh siapapun juga. Sepanjang kita bersedia membuka hati dan pikiran untuk belajar, maka kesempatan untuk menjadi wirausaha tetap terbuka. Sepanjang kita sadar bahwa belajar pada hakekatnya merupakan suatu proses yang berkelanjutan, yang tidak selalu berarti dimulai dan berakhir di sekolah atau universitas tertentu, tetapi dapat dilakukan seumur hidup, dimana saja dan kapan saja maka belajar berwirausaha dapat dilakukan oleh siapa saja, meski tak harus berarti menjadi wirausaha &#8220;besar&#8221;.</p>
<p>Alasan yang ketiga adalah karena fakta sejarah menunjukkan kepada kita bahwa para wirausaha yang paling berhasil sekalipun pada dasarnya adalah manusia biasa. Sabeer Bathia, seorang digital entrepreneur yang meluncurkan hotmail.com tanggal 4 Juli 1996, baru menyadari hal ini setelah ia berguru kepada orang-orang seperti Steve Jobs, penemu komputer pribadi (Apple). Dan kesadaran itu membuatnya cukup percaya diri ketika menetapkan harga penemuannya senilai 400 juta dollar AS kepada Bill Gates, pemilik Microsoft, yang juga manusia biasa.</p>
<p>Alasan keempat adalah karena setelah mempelajari kiat-kiat sukses puluhan wirausaha kecil, menengah dan besar, dalam konteks lokalnasional-regional sampai internasional-global-dunia, maka sampai pada kesimpulan bahwa kiat-kiat sukses mereka sangatlah sederhana.</p>
<p>Dalam buku Berwirausaha Dari Nol telah dapat disampaikan bahwa ada sepuluh dasar kiat sukses bagi wirausahawan yaitu:<br />
1.	Digerakkan oleh ide dan impian,<br />
2.	Lebih mengandalkan kreativitas,<br />
3.	Menunjukkan keberanian,<br />
4.	Tidak percaya pada hoki tapi lebih percaya pada usaha nyata,<br />
5.	Melihat masalah sebagai peluang,<br />
6.	Memilih usaha sesuai hobi dan minat,<br />
7.	Mulai dengan modal seadanya,<br />
8.	Senang mencoba hal baru,<br />
9.	Selalu bangkit dari kegagalan, dan<br />
10.	Tidak mengandalkan gelar akademis.</p>
<p>Sepuluh kiat sukses itu pada dasarnya sederhana, tidak memerlukan orang-orang yang luar biasa. Orang dengan IQ tinggi, sedang, sampai rendah dapat (belajar) melakukannya.</p>
<p>Alasan kelima adalah karena kewirausahaan mengarahkan orang kepada kepemimpinan. Dan kepemimpinan adalah untuk semua orang (Harefa : Berguru Pada Matahari, Gramedia Pustaka Utama, 1998; juga Harefa: Menjadi Manusia Pembelajar, Kompas, 2000). Dengan lima alasan sederhana di atas, dapat menegaskan bahwa kewirausahaan adalah untuk semua orang.  Perilaku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan dan mengimplementasikan  hal-hal ‘baru’  yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi yang terdiri dari dua dimensi yaitu kreativitas dan pengambilan resiko dan proses inovasinya bersifat inkremental.</p>
<p>Ada beberapa cara yang dapat menggelitik kemampuan kita untuk berpikir inovatif.<br />
1. Mulai dari Eksperimen.<br />
2. Berpikir Kreasi.<br />
3. Pakai Hukum 10 Rencana Alternatif.<br />
4. Keberanian.<br />
5. Observasi.</p>
<p>Berfikir inovatif bertujuan memunculkan gagasan-gagasan baru yang dalam prosesnya harus terpenuhi 4 aspek fundamental yaitu : 1.	Sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai permasalahan yang mungkin saja tidak sampai mengusik sensitivitas kebanyakan manusia biasa.<br />
2.	Produktivitas yang tinggi, yakni kemampuan untuk menghasilkan jawaban sebanyak mungkin untuk satu pertanyaan.<br />
3.	Elastisitas yang tinggi, yakni kemampuan menghasilkan pemikiran variatif sebanyak mungkin.<br />
4.	Orisinilitas yang tinggi, yakni kemampuan menghasilkan gagasan-gagasan yang unik dan baru yang belum pernah dikenalnya.</p>
<p>Paul Sloane dalam sebuah tulisannya mengetengahkan ada 10 cara untuk meningkatkan inovasi dalam suatu organisasi, yakni:<br />
1.	Memiliki visi untuk berubah<br />
2.	Memerangi ketakutan akan perubahan<br />
3.	Berfikir Seperti Pemodal yang Berani Mengambil Resiko<br />
4.	Memiliki Suatu Rencana Usulan yang Dinamis<br />
5.	Mematahkan Aturan<br />
6.	Beri Setiap Orang Dua Pekerjaan<br />
7.	Kolaborasi<br />
8.	Menerima kegagalan<br />
9.	Membangun prototipe<br />
10.	Bersemangat</p>
<p>Sumber :<br />
Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si<br />
http://akhmadsudrajat.wordpress.com<br />
http://avin.filsafat.ugm.ac.id<br />
http://www.ilmupendidikan.net<br />
http://www.geocities.com</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6244238/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-InovatifTinggi.rtf.html"><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6244238/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-InovatifTinggi.rtf.html"><strong>DOWNLOAD MATERI</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=408&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/12/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-memiliki-perilaku-inovatif-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERILAKU KERJA PRESTATIF – Selalu Perspektif</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/10/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-selalu-perspektif/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/10/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-selalu-perspektif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 07:29:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[PELUANG]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[PERSPEKTIF]]></category>
		<category><![CDATA[POTENSI]]></category>
		<category><![CDATA[PRESTATIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=401&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:right;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6128816/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-SelaluPrespektif.rtf.html"><strong></strong></a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6128816/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-SelaluPrespektif.rtf.html"></a>Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23).<span id="more-401"></span></p>
<p>Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.</p>
<p>Menurut Stephen Covey dalam bukunya “ first things first  “ ada empat sisi potensi yang dimiliki manusia untuk maju yaitu:</p>
<p>1.	self awarness atau sikap mawas diri;</p>
<p>2.	conscience atau mempertajam suara hati;</p>
<p>3.	independent will atau pandangan mandiri untuk bekal bertindak</p>
<p>4.	creative imagination atau berpikir mengarah ke hal yang baik dan benar serta adaptasi yang tepat.</p>
<p>Perilaku kerja prestatif dapat dilihat dalam sikap-sikap berikut :</p>
<p>1.	Kerja ikhlas. Kerja ikhlas adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh dan menghasilkan sesuatu yang baik serta dilandasi dengan hati yang tulus. Contoh yang dapat dilihat adalah seseorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas pasan namun tetap bekerja dengan baik melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata-mata merupakan pengabdian kepada pekerjannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.</p>
<p>2.	Kerja mawas diri. Terhadap emosional kerja, mawas diri terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Contoh yang dapat dilihat adalah seorang pemimpin perusahaan, apabila di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarganya maka di tempat kerja apabila ada masalah dengan bawahannya yang telah membuat masalah yang merugikan perusahaan sebagai pimpinan yang bijaksana maka pimpinan tersebut harus dapat menguasai emosionalnya agar dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan perusahaan dalam memecahkan masalahnya sehingga tetap tercipta logika berfikir yang tetap rasional dan tidak emosional.</p>
<p>3.	Kerja cerdas. Perilaku kerja cerdas ialah bahwa di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang, dan dapat mencari solusi persoalan yang ada dengan tepat dan benar sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan . Contoh dari perlaku kerja cerdas dalaha perulaku sikap pekerja cerdas dalam melakukan setiap pekerjaannya menggunakan teknologi yang tepat menggunakan konsep hitung-menghitung rumus matematika, memakai prosedur yang benar,  meggunakan bahasa yang mudah dipahami,  pandai bernegosiasi, berkomuikasi dan pandai pula mengelola informasi. Sebagai seorang wirausahan harus bisa mengutarakan pendapat, pikiran, ide, dan perasaanya melalui ucapan, kata-kata yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang enak didengar dan mudah dicerna sehingga materi yang telah diucapkan dapat dimengerti oleh lawan bicaranya.</p>
<p>4.	Kerja keras. Arti kerja keras adalah bahwa dalam bekerja kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin di capai. Wirausahawan dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga semua itu dapat berarti. Mereka dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang – kadang tidak mengenal waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi.Dalam bekerja mereka penuh semangat dan berusaha kerja keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal. Contoh dari materi ini adalah Seorang penjual sayur – mayur yang menjual hasil kebunnya sendiri,setiap hari mereka berangkat pagi – pagi buta.meskipun cuaca masih gelap,kadang – kadang mereka membawa obor penerang jalan.sesampainya dikota atau dipasar dengan sabar mereka menawarkan daganganya sampai laku. Bahkan kadang – kadang sampai siang daganganya baru laku. Demikian seriap hari pekerjaan itu ditekuninya, namun mereka sangat bangga apabila memperoleh hasil untuk menghidupi keluarganya.</p>
<p>5.	Kerja tuntas. Yang dimaksud dengan kerja tuntas yaitu bahwa di dalam bekerja kita mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha sampai selesai dengan maksimal. Contoh dari kerja tuntas adalah seorang pengusaha kecil yang membuka usaha warung misalnya,bekerja dengan mulai mengorganisasikan usahanya dengan baik.Mulai dari membuat sarana warung, alat yang dibubuhkan, perlengkapan warung,mengisi barang dagangan, sampai memprediksi kemungkinan kerugian dan keuntungan, sehingga pekerjaan yang direncanakan bisa betul –betul tuntas dan sempurna.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si<br />
http://arenancommunty.blogspot.com<br />
http://talent4you.wordpress.com</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6128816/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-SelaluPrespektif.rtf.html"><br />
</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6128816/MATRIAJARPerilakuKerjaPrestatif-SelaluPrespektif.rtf.html"><strong>DOWNLOAD MATERI</strong></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=401&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/10/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-selalu-perspektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERILAKU KERJA PRESTATIF – Motif Berprestasi Tinggi</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/06/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-motif-berprestasi-tinggi/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/06/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-motif-berprestasi-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 03:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[PRESTATTIF]]></category>
		<category><![CDATA[FAKTOR]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA EFEKTIF]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA EFISIEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. 
Kebutuhan berprestasi wirausaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=393&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. <span id="more-393"></span></p>
<p>Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003 : 33-34)</p>
<ol>
<li> Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.</li>
<li> Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.</li>
<li> Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.</li>
<li> Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.</li>
<li>Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah.</li>
</ol>
<p>Motivasi (Motivation) berasal dari bahasa latin &#8220;movere&#8221; yang berarti to move atau menggerakkan, (Steers and Porter, 1991:5), sedangkan Suriasumantri (hal.92) berpendapat, motivasi merupakan dorongan, hasrat, atau kebutuhan seseorang. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai tujuan. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang. Secara umum motif sama dengan drive. Beck (1990: 19), berdasarkan pendekatan regulatoris, menyatakan &#8220;drive” sama seperti sebuah kendaraan yang mempunyai suatu mekanisme untuk membawa dan mengarahkan perilaku seseorang.</p>
<p>Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan akan rasa sosial (social needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs).</p>
<p>Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu:<br />
1. Faktor “Pendorong”</p>
<ul>
<li> Kebersihan</li>
<li> Pengakuan</li>
<li> Kreativitas</li>
<li> Tanggung Jawab</li>
</ul>
<p>2. Faktor “Pemelihara”</p>
<ul>
<li> Lingkungan kerja</li>
<li> Insentif kerja</li>
<li> Hubungan Kerja</li>
<li> Keselamatan kerja</li>
</ul>
<p>Sejalan dengan itu, berdasarkan teori atribusi Weiner (Gredler, 1991: 452) ada dua lokus penyebab seseorang berhasil atau berprestasi.<br />
1.	Lokus penyebab instrinsik mencakup : kemampuan, usaha, dan suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan.<br />
2.	Lokus penyebab ekstrinsik meliputi : sukar tidaknya tugas, nasib baik (keberuntungan), dan pertolongan orang lain.</p>
<p>Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu (1) mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan (2) meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan (McClelland, 1976: 74-75). Perilaku kerja prestatif – Motif Berprestasi Tinggi dapat dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun dari lingkungan masyarakt hal itu merupakan salah satu kemampuan manusia yang dapat memberi kepuasan dan keberhasilan dalam hidup sehingga manusia dapat mengktualisasikan dirinya ke dalam lingkungan dimana dia berada.</p>
<p>Namun, Travers (1982:435) mengatakan bahwa ada dua kategori penting dalam motivasi berprestasi, yaitu mengharapkan akan sukses dan takut akan kegagalan. Uraian di atas menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada dua indikator dalam motivasi berprestasi (tinggi), yaitu kemampuan dan usaha. Namun, bila dibandingkan dengan atribusi intrinsik dari Wainer, ada tiga indikator motivasi berprestasi tinggi yaitu: kemampuan, usaha, dan suasana hati (kesehatan). Berdasarkan uraian di atas, hakikat motivasi berprestasi dalam penelitian ini adalah rangsangan-rangsangan atau daya dorong yang ada dalam diri yang mendasari kita untuk belajar dan berupaya mencapai prestasi belajar yang diharapkan.</p>
<p>Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang presentatif dan mampu bersaing serta mampu bertahan dalam segala kondisi maka diperlukan sumber daya manusia yang dilengkapi dengan motivasi yang tinggi dan harus di bekali dengan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Penguasaan diri dalam bentuk penuh inisiatif dapat dipercaya prestarif dapat menemukan dan memecahkan masalah dan mengambil keputusan tepat.</li>
<li>Terampil dalam memanfaatkan kesempatan dan menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan keadaan yang cepat berubah ubah.</li>
</ol>
<p>Maka dari itu calon wirausahaan harus memiliki sikap sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Membentuk sikap yang dapat bersifat teknis.</li>
<li>Membentuk sikap yang mempunyuai kompetensi keahlian kejuruan sesuai bidang garapannya .</li>
<li>Membentuk sikap yang prestatif selalu ingin maju</li>
</ol>
<p>Materi Pelajaran Kewirausahaan ini diterbitkan oleh Teddy Wirawan Trunodipo dalam blog dengan mengambil dari sumber yang tercantum di daftar pustaka.</p>
<p>Sumber :<br />
Abraham Maslow, Motivasi dan Kepribadian<br />
Gibson, Perilaku Organisasi<br />
Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si</p>
<p>http://arenancommunty.blogspot.com</p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6244608/RIAJARPerilakuKerjaPrestatif-MotivasiPretasiTinggi.rtf.html">DOWNLOAD ARTIKEL</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=393&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/06/perilaku-kerja-prestatif-%e2%80%93-motif-berprestasi-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIDANG KEWIRAUSAHAAN</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/05/bidang-kewirausahaan/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/05/bidang-kewirausahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 01:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[CIR-CIRI]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[PEMERINTAH]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN INFORMAL]]></category>
		<category><![CDATA[PERUSAHAAN BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[SWASTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[
DOWNLAOD  MATERI
Bidang wirausaha dapat dibedakan menjadi dua. bidang-bidang tersebut dapat dilihat di bawah ini,
A. Sektor Formal
Yang dimaksud dengan sektor formal kewirausahaan adalah lapangan atau bidang usaha yang mendapat izin dari pejabat berwenang dan terdaftar di kantor pemerintahan. Badan usaha tersebut apabila dilihat di kantor pajak maupun kantor perdagangan dan perindustrian terdaftar nama dan bidang usahanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=388&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6244159/MATRIAJARBidang-bidangKewirausahaan.rtf.html">DOWNLAOD  MATERI</a></strong></p>
<p>Bidang wirausaha dapat dibedakan menjadi dua. bidang-bidang tersebut dapat dilihat di bawah ini,</p>
<p>A. Sektor Formal</p>
<p>Yang dimaksud dengan sektor formal kewirausahaan adalah lapangan atau bidang usaha yang mendapat izin dari pejabat berwenang dan terdaftar di kantor pemerintahan. Badan usaha tersebut apabila dilihat di kantor pajak maupun kantor perdagangan dan perindustrian terdaftar nama dan bidang usahanya. Kegiatan-kegiatan badan usaha tersebut terhimpun dalam bentuk badan usaha seperti BUMN, BUMS atau koperasi. Badan usaha tersebut dapat pula berbentuk PMDN )baik pusat maupun daerah) serta PMA.<span id="more-388"></span></p>
<p>Ciri-ciri sektor formal :</p>
<ol>
<li>Adanya izin mendirikan usaha dari pemerintah ( SIUP )</li>
<li>Akta Notaris</li>
<li>Memiliki Laporan Kuangan yang Jelas</li>
<li>Rutin Melaporkan Keuangan ke Kantor Pajak setiap bulan dan setiap tahun</li>
</ol>
<p>Contoh usaha sektor ekonomi formal antara lain :</p>
<ol>
<li>Perbankan</li>
<li>Transportasi</li>
<li>Retail</li>
<li>Distrikbusi</li>
<li>Komunikasi</li>
<li>Properti</li>
</ol>
<p>B. Sektor informal yaitu bidang usaha yang tidak memiliki keresmian usaha dalam ari usaha tersebut tidak memiliki ijin dari pemerintah dan tidak terdaftar di lembaga pemerintahan.</p>
<p>Ciri-ciri sektor informal :</p>
<ol>
<li>Tidak memiliki izin usaha</li>
<li>Modal yang diperlukan relatif kecil</li>
<li>Peralatan yang digumakan sederhana</li>
<li>Tidak terkena pungutan pajak</li>
<li>Administrasi yang sangat sederhana</li>
</ol>
<p>Contoh usaha sektor ekonomi informal :  warung makan, pedagang kaki lima, salon kecantikan, biro jasa pengetikan.</p>
<p><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6244159/MATRIAJARBidang-bidangKewirausahaan.rtf.html">DOWNLAOD  MATERI</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=388&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/05/bidang-kewirausahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 09:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEWIRAUSAHAAN]]></category>
		<category><![CDATA[KONSEP]]></category>
		<category><![CDATA[PERILAKU]]></category>
		<category><![CDATA[DEFINISI]]></category>
		<category><![CDATA[KOPERASI]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[HAKEKAT KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[CIRI YANG ADA]]></category>
		<category><![CDATA[BERFIKIR INOVATIF]]></category>
		<category><![CDATA[PENGERTIAN]]></category>
		<category><![CDATA[MAKALAH]]></category>
		<category><![CDATA[PELUANG BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[KERANGKA]]></category>
		<category><![CDATA[MENURUT ETIMOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[DOWNLOAD MATERI
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=383&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:right;"><a href="http://www.ziddu.com/download/6112221/MATRIAJAR-PengertianKewirausahaan.rtf.html"><strong>DOWNLOAD MATERI</strong></a></p>
<p>Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.<span id="more-383"></span></p>
<p>Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:<br />
1.	Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.<br />
2.	Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.</p>
<p>Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.</p>
<p>Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnya adalah seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.</p>
<p>Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalah kewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.</p>
<p>Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :<br />
1.	Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.<br />
2.	Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.<br />
3.	Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.<br />
4.	Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.</p>
<p>Dari beberapa konsep yang ada pada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13) yaitu :<br />
1.	Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).<br />
2.	Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).<br />
3.	Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).<br />
4.	Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).<br />
5.	Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.<br />
6.	Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.</p>
<p>KERANGKA BERPIKIR TENTANG KEWIRAUSAHAAN<br />
A. POLA TANGGAPAN<br />
1.	KARAKTERISTIK PERORANGAN<br />
2.	KARAKTERISTIK KELOMPOK SOSIAL</p>
<p>B. POLA PELUANG<br />
1.	KEBUTUHAN EKONOMI<br />
2.	KEMAJUAN TEKNOLOGI</p>
<p>PERILAKU WIRAUSAHA<br />
1.	Mendirikan<br />
2.	Mengelola<br />
3.	Mengembangkan<br />
4.	Melembagakan</p>
<p>Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan: ” Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.”</p>
<p>CIRI-CIRI WIRAUSAHAAN ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT :<br />
A.     Berjiwa keras dalam bekerja<br />
B.	Mandiri<br />
C.	Cerdas dalam menciptakan dan meraih peluang bisnis<br />
D.	Jujur, hemat dan disiplin<br />
E.	Mampu berfikir dan bertindak bijak<br />
F.	Tangguh dan berani mengambil resiko<br />
G.	Kreatif dan produkstif<br />
H.	Inovatif<br />
I.	Berperilaku antisipatif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap  lingkungannya<br />
J.	Bersifat melayani pelanggan untuk memuhi kepuasannya.</p>
<p>UNTUK MENJADI SEORANG WIRAUSAHA ADA BEBERAPA PRASYARAT YANG HARUS DIPENUHI ANTARA LAIN :<br />
A.	Memiliki kemampuan modal yang kuat untuk berkarya dengan semangat kemandiriannya<br />
B.	Mampu memecahkan masalah dalam amengambil keputusan<br />
C.	Memiliki keberanian mengambil resiko<br />
D.	Mempunyai keingan yang kuat untuk belajar, dan bertindak inovatif kreatif<br />
E.	Bekerja keras, tekun dan teliti dan tidak pernah merasa puas<br />
F.	Mampu menghasilkan karya baru yang berlandaskan etika bisnis yang sehat.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
http://ipan.web.id<br />
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id<br />
http://roemahcerdaz.wordpress.com<br />
http://sobatbaru.blogspot.com<br />
http://wirausahaumy.blogspot.com</p>
<p><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6112221/MATRIAJAR-PengertianKewirausahaan.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=383&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WHAT IS WRONG A BODY ART ?</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/04/30/what-wrong-is-body-art/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/04/30/what-wrong-is-body-art/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 04:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[BEAUTIFUL]]></category>
		<category><![CDATA[BELAJAR]]></category>
		<category><![CDATA[BODY ART]]></category>
		<category><![CDATA[CERITA CINTA]]></category>
		<category><![CDATA[GAMBAR TUBUH]]></category>
		<category><![CDATA[HASIL HOBI]]></category>
		<category><![CDATA[KEMAMPUAN FISIK]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIFITAS]]></category>
		<category><![CDATA[KUALITAS HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[MANIS]]></category>
		<category><![CDATA[MENARIK]]></category>
		<category><![CDATA[MENAWAN]]></category>
		<category><![CDATA[NICE]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PRIBADI]]></category>
		<category><![CDATA[SALAH]]></category>
		<category><![CDATA[SENI]]></category>
		<category><![CDATA[SUMBER IDE]]></category>
		<category><![CDATA[SUMBER INSPIRATOR]]></category>
		<category><![CDATA[TUBUH]]></category>
		<category><![CDATA[TUBUH INDAH]]></category>
		<category><![CDATA[WRONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[

Body art is art made on, with, or consisting of, the human body. The most common forms of body art are tattoos and body piercings, but other types include scarification, branding, scalpelling, shaping (for example tight-lacing of corsets), full body tattoo and body painting.











Posted 2/12/2007 on http://neoncobra.blogspot.com in the Great Body Art Photos and republication [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=357&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="bodi_aru" href="http://teddywirawan.wordpress.com&gt;&lt;img class="></a><img class="aligncenter size-full wp-image-374" title="bodi_aru1" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_aru1.jpg?w=286&#038;h=400" alt="bodi_aru1" width="286" height="400" /></p>
<p><!--[endif]--></p>
<h5 style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;">Body art is art made on, with, or consisting of, the human body. The most common forms of body art are tattoos and body piercings, but other types include scarification, branding, scalpelling, shaping (for example tight-lacing of corsets), full body tattoo and body painting.</span></h5>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span id="more-357"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-360" title="bodi_arw" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_arw.jpg?w=572&#038;h=800" alt="bodi_arw" width="572" height="800" /></p>
<p><a href="http://teddywirawan.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-362" title="bodi_arx" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_arx.jpg?w=572&#038;h=800" alt="bodi_arx" width="572" height="800" /></a></p>
<p><a href="http://teddywirawan.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-363" title="bodi_ary" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_ary.jpg?w=286&#038;h=400" alt="bodi_ary" width="286" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://teddywirawan.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-364" title="bodi_as2" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_as2.jpg?w=400&#038;h=400" alt="bodi_as2" width="400" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://teddywirawan.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-365" title="bodi_as0" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_as0.jpg?w=200&#038;h=400" alt="bodi_as0" width="200" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://teddywirawan.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-368" title="bodi_as1" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_as1.jpg?w=200&#038;h=400" alt="bodi_as1" width="200" height="400" /></a></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-371" title="bodi_arz" src="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_arz.jpg?w=401&#038;h=800" alt="bodi_arz" width="401" height="800" /></p>
<p><!--[endif]--></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;">Posted 2/12/2007 on <a href="http://neoncobra.blogspot.com/">http://neoncobra.blogspot.com</a><span> </span>in the Great Body Art Photos and republication by T. Wirawan Trunodipo.</span></h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=357&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/04/30/what-wrong-is-body-art/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_aru1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_aru1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_arw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_arw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_arx.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_arx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_ary.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_ary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_as2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_as2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_as0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_as0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_as1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_as1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teddywirawan.files.wordpress.com/2009/04/bodi_arz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bodi_arz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEPENGAL TIPS MOTIVASI MARIO TEGUH</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/03/05/sepengal-tips-motivasi-mario-teguh/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/03/05/sepengal-tips-motivasi-mario-teguh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 10:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[BASIC EDUCATIONS]]></category>
		<category><![CDATA[BELAJAR]]></category>
		<category><![CDATA[KEPEMIMPINAN]]></category>
		<category><![CDATA[KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[MARIO TEGUH]]></category>
		<category><![CDATA[MENUJU KEGAGALAN]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[SUMBER INSPIRATOR]]></category>
		<category><![CDATA[TIPS]]></category>
		<category><![CDATA[UANG]]></category>
		<category><![CDATA[WIRAUSAHA BERHASIL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti kenal dengan Mario Teguh sang Inspirator Motivasi berikut ini ada  Sepenggal Tips Motivasi dari Mario Teguh dan mudah-mudahan menjadi sumber semangat bagi yang ingin maju dan berkembang. 
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=285&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Anda pasti kenal dengan Mario Teguh sang Inspirator Motivasi berikut ini ada  Sepenggal Tips Motivasi dari Mario Teguh dan mudah-mudahan menjadi sumber semangat bagi yang ingin maju dan berkembang. <span id="more-285"></span></p>
<p style="text-align:center;">Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda</p>
<p style="text-align:center;">Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil</p>
<p style="text-align:center;">Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru</p>
<p style="text-align:center;">Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan</p>
<p style="text-align:center;">Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan</p>
<p style="text-align:center;">Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu</p>
<p style="text-align:center;">Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru</p>
<p style="text-align:center;">Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah</p>
<p style="text-align:center;">Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda</p>
<p style="text-align:center;">Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani</p>
<p style="text-align:center;">Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.</p>
<p style="text-align:center;">Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat</p>
<p style="text-align:center;">Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan</p>
<p style="text-align:center;">Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat</p>
<p style="text-align:center;">Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai</p>
<p style="text-align:center;">Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan</p>
<p style="text-align:center;">Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.</p>
<p style="text-align:center;">Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.</p>
<p style="text-align:center;">Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang</p>
<p style="text-align:center;">Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri</p>
<p style="text-align:center;">Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.</p>
<p style="text-align:center;">Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan</p>
<p style="text-align:center;">Artikel ini diambil dari <span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><a href="http://www.tarjoni.com">http://www.tarjoni.com</a> yang telah diposting 10 Oktober 2008 dan dipublikasikan ulang oleh T. Wirawan Trunodipo. </span></p>
<p style="text-align:center;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=285&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/03/05/sepengal-tips-motivasi-mario-teguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CUPANG MENGUNDANG MASALAH</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/19/cupang-mengundang-masalah/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/19/cupang-mengundang-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 09:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA PENDEK]]></category>
		<category><![CDATA[AKIBAT DOSA]]></category>
		<category><![CDATA[CERITA]]></category>
		<category><![CDATA[CUPANG]]></category>
		<category><![CDATA[KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[MESRA]]></category>
		<category><![CDATA[POLRES]]></category>
		<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SUAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[DOWNLOAD MATERI
Teman-teman yang suka cupang atau mencupang; ada cerita menarik tentang hal tersebut. Cerita diambil dari  indoseru.blogspot.com dan dipublikasikan ulang oleh T. Wirawan Trunodipo dalam blog pribadi. Selamat membaca cerita tersebut.
Urusan cupang atau gigitan kemesraan, sebetulnya sepele, tapi bisa bikin berabe. Ini terjadi ketika produk itu bukan dari pihak berwenang. Lihat nasib Ny. Ismah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=282&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6525506/cupangmengundangmasalah.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></strong></p>
<p>Teman-teman yang suka cupang atau mencupang; ada cerita menarik tentang hal tersebut. Cerita diambil dari  indoseru.blogspot.com dan dipublikasikan ulang oleh T. Wirawan Trunodipo dalam blog pribadi. Selamat membaca cerita tersebut.<span id="more-282"></span></p>
<p>Urusan cupang atau gigitan kemesraan, sebetulnya sepele, tapi bisa bikin berabe. Ini terjadi ketika produk itu bukan dari pihak berwenang. Lihat nasib Ny. Ismah, 41 tahun, dari Depok. Gara-gara cupang tersembunyi dalam perut, rumahtangganya terancam bubar. Pasalnya, itu bukan hasil kerja suami sendiri, melainkan ulah Kodri, 45 tahun, tetangganya. Tukang sate yang kecolongan itu terpaksa mengadu ke Polres Depok.</p>
<p>Dosa-dosa rumahtangga itu dirintis Ismah ketika suaminya, Dasman, 46 tahun, semakin sibuk dengan meat busines-nya. Bukan dagang daging di pasar swalayan atau departemen store, melainkan jadi tukang sate kambing di Stasiun Depok. Berangkat sore pukul 16.00, pulang-pulang pagi subuh. Setibanya di rumah Dasman langsung bleg tidur, lupa sama anak dan bini. Begitu selalu alur kehidupannya belakangan ini.</p>
<p>Akibat gaya hidup Dasman yang demikian, ternyata berdampak pada istrinya. Ny. Ismah jadi sering kesepian di tengah malam. Soalnya ketika dia sedang membutuhakn kehangatan dari suami, Dasman-nya malah tidak ada. Kalau pun suami memberikan juga, itu terjadi pagi subuh ketika Ismah sedang tidur. Jadinya tak mood, karena dia selalu dibrengkal (dibalik paksa) dari mimpi indahnya.</p>
<p>Hari-hari sepi Ismah ternyata tercium oleh Kodri, tetangga sendiri di daerah Kemiri. Lelaki ini memang petualang asmara. Saking pakarnya dalam bidang perselingkuhan, dia selalu bisa membaca gerak dan langkah wanita. Mana yang bisa digoda, mana yang jinak merpati tapi akhirnya nelur sendiri, dia tahu persis. Sepertimya Kodri memang memiki jimat penakluk wanita seperti Semar Mesem atau Jaran Guyang.</p>
<p>Begitu pula ketika menghadapi Ny. Ismah tetangganya. Sekali lihat dia segera tahu bahwa istri tukang sate itu mendambakan tusukan mengasyikkan, bukan tusukan sate yang kadang bikin stroke. Kebetulan bini Kodri sendiri sedang pulang kampung ke Ciamis, maka peluang emas itu akan segera dimanfaatkan. “Soal beginian mah, nggak ada matinye&#8230;., begitu kata Kodri bersombong diri.</p>
<p>Anak-anak Ismah kala itu sudah tidur, maka Kodri pun segera marangsek. Pukul 22.00 sebetulnya bukan waktu bertamu. Tapi berkat rekayasa alasan yang dikemas rapi, Ny. Ismah pun bersedia menerima Kodri. Keduanya pun lalu asyik ngobrol ngalor ngidul, sehingga akhirnya menjurus pada hil-hil yang mustahal. Di antaranya, ketika ada peluang tangan Kodri pun mulai nakal. Ironisnya, Ismah hanya menepis dengan lembut.</p>
<p>Lelaki model Kodri langsung segera tahu. Ibarat pilot pesawat, itu berarti isyarat menara bahwa landasan sudah siap didarati. Maka lelaki pecundang itu mulai menurunkan ketinggiannya, lampu kabin dimatikan sementara roda dikeluarkan pelan-pelan. Ismah pun lalu digelandang ke kamar. Bila dalam pesawat sabuk pengaman harus dikenakan, “pendaratan” model Kodri justru nggak pakai sabuk, nggak pakai apa-apa!</p>
<p>Ismah memang sedang kesepian, sehingga taka ada penolakan ketika tetangga itu berbuat di luar kepatutan. Soalnya, ibarat orang ngantuk, tahu-tahu disorong bantal. Orang sedang kangen sate kambing, dikirimi daging kurban. Maka dia pun akhirnya melayani Kodri dengan gegap gempita, meski perilaku ranjang Kodri suka aneh-aneh bin nyleneh. “Sampai pendaratan berikutnya ya yank,” kata Kodri ketika pulang, sok mesra.</p>
<p>Ketika subuh tiba, Dasman pulang dari jualan sate. Meski ngantuk-ngantuk, dia tak lupa dengan acara “sunah rosul”-nya. Ismah pun melayani ogah-ogahan. Tapi ketika melihat cupang di perut bininya, dia jadi kaget dan mencoba klarifikasi. Ismah sebetulnya kaget juga, tapi dengan cepat dia menemukan alasan: tadi aku habis kerokan. Dasman hilang curiganya, dan tugas mulia itu diselesaikan dengan seksama.</p>
<p>Malam berikutnya, usai jualan sate kembali Dasman bermaksud mengambil “jatah”. Namun lagi-lagi dia kaget, karena cupang di perut istrinya makin banyak saja. Dia dibakar curiga dan menuduh bininya telah berselingkuh. Tapi Ismah tak mengaku. Dasman pun kehilangan selera. Ibarat pesawat, tukang sate itu tak jadi mendarat. Roda-roda dimasukkan dan dia kembali ke bandara asal.</p>
<p>Akibat kecurigaan belum terjawab, sengaja Dasman pulang lebih awal. Sekitar pukul 23.00 dia sudah tiba dari jualan sate. Kecurigaannya ternyata terbukti. Di kamar dia melihat istrinya sedang ditindih lelaki tetangganya. Ismah segera dihajar. Sedangkan Kodri yang hendak kabur, babak belur pula dikeroyok tetangga sendiri. Malam itu juga skandal ini dilaporkan ke Polres Depok.</p>
<p>Hati-hati Kodri, “cupang” di kantor polisi bisa menyakitkan, lho!</p>
<p><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6525506/cupangmengundangmasalah.rtf.html">DOWNLOAD MATERI</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=282&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/19/cupang-mengundang-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SPERMA JUGA BUTUH NUTRISI</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/10/sperma-juga-butuh-nutrisi/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/10/sperma-juga-butuh-nutrisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 09:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEX EDUCATION]]></category>
		<category><![CDATA[KESUBURAN]]></category>
		<category><![CDATA[NUTRISI]]></category>
		<category><![CDATA[RNA]]></category>
		<category><![CDATA[SEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[SPERMA]]></category>
		<category><![CDATA[TEST DNA]]></category>
		<category><![CDATA[VITAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[ZAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hanya tubuh kita saja yang butuh nutrisi agar fit terus. Tahukah Anda,Sperma juga butuh nutrisi? Iya benar, nutrisi dibutuhkan agar “para pejuang mungil” kita dapat berenang dengan kuat dan sehat-sehat.Kira-kira nutrisi apa saja yang diperlukan oleh sperma? Mari kita baca penjelasan di bawah ini.Tak jauh berbeda dengan tubuh kita, sperma juga memerlukan vitamin dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=276&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bukan hanya tubuh kita saja yang butuh nutrisi agar fit terus. Tahukah Anda,Sperma juga butuh nutrisi? Iya benar, nutrisi dibutuhkan agar “para pejuang mungil” kita dapat berenang dengan kuat dan sehat-sehat.Kira-kira nutrisi apa saja yang diperlukan oleh sperma? Mari kita baca penjelasan di bawah ini.<span id="more-276"></span>Tak jauh berbeda dengan tubuh kita, sperma juga memerlukan vitamin dan zat-zat sejenis lainnya yang berfungsi untuk menjaga vitalitas. Sumbernya juga macam-macam, dari makanan, multivitamin dan banyak lagi.</p>
<p>Radikal Bebas<br />
Radikal bebas ternyata bertanggungjawab besar atas rusaknya 40% jumlah sperma. Namun kerusakan ini bisa dilawan dengan antioksidan seperti vitamin C, E, beta karotin, selenium, zinc, buah blackberry dan blueberry, bawang putih, strawberry, plum, brokoli, cabe merah dan banyak lagi.</p>
<p>Zat Asam<br />
Zat ini juga diperlukan oleh sel telur dan produksi sperma. Beberapa praktisi kesehatan akan memberikan zat asam seperti I-arginin untuk memperbaiki kesuburan. Tapi jangan mengkonsumsi arginin jika Anda punya penyakit herpes, itu akan menyebabkan kerusakan yang lebih fatal. Dapatkan zat asam ini dari makanan seperti ikan, telur, susu, kacang polong, kacang-kacangan, biji bunga matahari dan labu serta banyak lagi.</p>
<p>Vitamin<br />
Vitamin A adalah zat yang paling diperlukan untuk produksi hormon seks pria. Ini adalah antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh. Vitamin A juga penting untuk menjaga ketahanan tubuh. Vitamin ini bisa meningkatkan jumlah dan ukuran sperma dan menekan pertumbuhan sperma yang abnormal. Dapatkan dari telur, buah-buahan dan sayur-sayuran yang kuning, seluruh produk susu, sayur berdaun hijau gelap dan minyak ikan.</p>
<p>Vitamin B6 (piridoksin) bila digabungkan dengan zat besi bisa membentuk formasi hormon seks pria. Vitamin ini menyebabkan kemandulan pada binatang. Sumbernya dari seluruh biji-bijian, kacang, beras coklat, daging, ikan, kuning telur, sayuran berdaun hijau dan banyak lagi.</p>
<p>Vitamin B12 dan folat diperlukan untuk proses sintesis DNA dan RNA. Kedua zat ini mencetak kode genetik terhadap seluruh tubuh. Kekurangan zat ini akan membuat produksi sperma jadi abnormal, mengurangi jumlah sperma dan menghambat pergerakan sperma. Temukan zat ini dalam daging kambing, ikan sarden, salmon dan makanan fermentasi. Folat bisa didapat dari brokoli, asparagus, oatmeal, susu, salmon, biji-bijian, sayuran berakar dan banyak lagi.</p>
<p>Vitamin C adalah antioksidan yang juga bisa melepaskan radikal bebas. Ini diperlukan untuk produksi sperma yang sehat. Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan cacat saat melahirkan. Vitamin C yang cukup dalam tubuh dapat menambah jumlah dan kelincahan sperma. Sumber vitamin C paling banyak bisa Anda dapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, kiwi, anggur, nanas, strawberry, mangga, juga kentang, bayam, tomat dan banyak lagi.</p>
<p>Vitamin E juga merupakan zat antioksidan. Bisa membantu sperma melakukan penetrasi pada sel telur. Vitamin E juga membantu degenerasi lapisan testicular. Dapatkan vitamin E dari daging, telur, kentang manis, kacang, biji-bijian, alpukat dan banyak lagi.<br />
Selenium</p>
<p>Zat selenium ini juga bisa menyebabkan ketidaksuburan. Selenium diperlukan untuk menjaga sperma agar fit dan menjaga jumlah sperma. Selenium adalah antioksidan yang melindungi sel dalam sperma yang mengandung lemak. Sumbernya bisa dari tuna, ikan baring dan banyak lainnya.</p>
<p>Mangan<br />
Mangan ini dilengkapi dengan penyerapan yang bagus untuk zat besi. Konsumsi suplemen mangan ini dengan makanan berprotein dan vitamin C. Kekurangan zat ini dapat membuat kemunduran fungsi testis, cacat bawaan, kemandulan, kegiatan seks menurun begitu juga dengan jumlah sperma. Mangan bisa ditemukan dalam wortel, brokoli, jahe, kacang, nanas, telur, padi, oat dan banyak lagi.</p>
<p>Zinc<br />
Zat inilah yang biasanya ditemukan sedikit dalam tubuh. Zinc adalah zat yang penting untuk membentuk sel dan produksi sperma yang sehat. Zinc sangat diperlukan dalam metabolisme testoteron, pertumbuhan testis, produksi sperma, jumlah, gerak sperma dan mengurangi estrogen dalam reproduksi pria. Tiap kali berejakulasi, pria kehilangan 5 mg zinc. Alkohol menghabiskan zinc dalam tubuh. Asam folik, teh, kopi, penyerapan serat dan zat besi bisa mencegah penyerapan.</p>
<p>Jamu<br />
Ginseng bisa meningkatkan tingkat hormon testoteron. Tribullus juga bisa membantu kesehatan produksi sperma dan dipakai untuk mengobati disfungsi seksual seperti impoten dan meningkatkan libido. Itulah mengapa produk jamu perkasa banyak menggunakan ginseng.</p>
<p>Artikel ini ditulis tanggal 17 May, 2008, dalam <a href="http://blog.pepen.net/">blog.pepen.net</a> kemudian  dipublikasikan ulang dalam blog oleh T. Wirawan Trunodipo untuk menambah informasi dan pengetahuan tentang pendidikan seks kepada masyarakat. Untuk selanjutnya, NAH SEKARANG, TANYAKAN PADA DIRI ANDA SENDIRI, SUDAHKAH SPERMA ANDA SEHAT ?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=276&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/10/sperma-juga-butuh-nutrisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESABARAN, KEMURAHAN HATI DAN KERELAAN UNTUK MEMAAFKAN</title>
		<link>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/03/kesabaran-kemurahan-hati-dan-kerelaan-untuk-memaafkan/</link>
		<comments>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/03/kesabaran-kemurahan-hati-dan-kerelaan-untuk-memaafkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 09:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teddy Wirawan Trunodipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[MAKALAH DAN ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[AJARAN BUDHA]]></category>
		<category><![CDATA[AKIBAT DENDAM]]></category>
		<category><![CDATA[AKIBAT EGO]]></category>
		<category><![CDATA[KESABARAN]]></category>
		<category><![CDATA[KITAB]]></category>
		<category><![CDATA[KONFLIK]]></category>
		<category><![CDATA[MAAF]]></category>
		<category><![CDATA[MURAH HATI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teddywirawan.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Dibuat oleh : Willy Yanto Wijaya
Sebuah artikel yang dikirim ke email pada tanggal 30 Jan 2009 07:49 AM dan dipublikasikan ulang oleh T. Wirawan Trunodipo.
Kehidupan kita senantiasa diwarnai oleh riak-riak. Seringkali dalam perjalanan hidup, kita mengalami konflik dengan orang lain, saudara kita maupun sahabat-sahabat kita. Masalah yang memicu konflik bisa saja suatu hal kecil, perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=271&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dibuat oleh : Willy Yanto Wijaya</p>
<p>Sebuah artikel yang dikirim ke email pada tanggal 30 Jan 2009 07:49 AM dan dipublikasikan ulang oleh T. Wirawan Trunodipo.</p>
<p>Kehidupan kita senantiasa diwarnai oleh riak-riak. Seringkali dalam perjalanan hidup, kita mengalami konflik dengan orang lain, saudara kita maupun sahabat-sahabat kita. Masalah yang memicu konflik bisa saja suatu hal kecil, perbedaan kepentingan maupun perbedaan cara berpikir. Konflik yang ada awalnya mungkin hanya menimbulkan kejengkelan, kekesalan dalam hati.<span id="more-271"></span> Akan tetapi, setelahnya, ego dalam diri mulai bekerja, mencari-cari pembenaran bagi diri sendiri; mencari-cari kesalahan dari orang yang kita tidak sukai tersebut. Lama-lama yang kita pikirkan tentang orang tersebut hanyalah kejelekan-kejelekannya. Kita semakin terbutakan oleh ego dan kebencian kita; kita terus memendamnya dalam hati kita, dalam ingatan kita.</p>
<p>Ada kata-kata bijak Tiongkok kuno yang menyatakan Kerelaan Memaafkan adalah Kemuliaan Hati Terbesar. Anda mungkin berpikir bahwa orang tersebut dapat berkata demikian lantaran dia tidak sedang diliputi kejengkelan dan kebencian; ketika dia sendiri yang mengalami konflik dan ketidaksukaan, mungkin dia juga tidak akan bisa rela memaafkan. Ada benarnya, memang.</p>
<p>Tapi pernahkah kita merenungkan bahwa pemendaman rasa marah, jengkel maupun benci hanya merusak batin kita sendiri? Juga merusak kesehatan kita. Pernahkah kita merenungkan betapa langkanya kesempatan untuk memaafkan itu? Pernahkah terlintas dalam pikiran kita kalau orang yang kita benci atau jengkel itu juga sebenarnya punya kesulitan-kesulitan tersendiri? Pernahkah kita belajar untuk mencoba memahaminya?</p>
<p>Rasa marah, jengkel, benci…<br />
Sadari…, perlahan…Mungkin…, suatu masa…, Anda akan menyadari bodohnya sikap Anda yang tercengkram oleh perasaan tidak suka tersebut.</p>
<p>Mungkin…, bahkan ketika Anda tersadar dan ingin sekali memaafkan orang-orang tersebut, semuanya sudah terlambat.</p>
<p>Mungkinkah ini terjadi? Saya ingin mengajak Anda dalam serpihan kisah berikut.</p>
<p>……………………….</p>
<p>Hsiau fei adalah seorang mahasiswa yang sebentar lagi akan diwisuda. Dia sangat mendambakan akan mendapatkan hadiah wisuda dari ayahnya, seorang pengusaha kaya yang sangat menyayanginya sebagai anak satu-satunya. Hsiau fei selama berhari-hari telah membayangkan akan mengendarai mobil BMW idamannya sambil bersenang-senang dengan temannya.</p>
<p>Saat yang dinantikan pun tibalah, dimana setelah diwisuda, dengan langkah penuh keyakinan Hsiau fei melangkah menemui ayahnya yang tersenyum sambil berlinang air mata menyampaikan betapa dia sangat kagum akan anak satu-satunya dan sungguh dia mencintainya. Ayahnya kemudian mengeluarkan sebuah kado yang dibungkus rapi, dan sungguh hal ini membuat Hsiau fei terpaku karena bukanlah kunci mobil BMW sebagaimana yang diharapkannya. Dengan perasaan gundah dibukanya juga kado itu dimana berisi kitab Buddha Vacana yang terjilid rapi berlapiskan tulisan emas nama Hsiau fei di sampul depannya.</p>
<p>Hancur sekali hati Hsiau fei menerima hadiah kitab tersebut, dan dengan marah tanpa dapat terkendalikan, dia membanting kitab tersebut sambil berteriak nyaring, “Apakah ini cara ayah mencintai saya, padahal dengan uang ayah yang banyak tidaklah sulit untuk membelikan hadiah yang memang telah ayah ketahui sudah lama saya idamkan!!” Kemudian Hsiau fei tanpa melihat reaksi ayahnya lagi, berlari kencang meninggalkannya dan bersumpah tidak akan menemuinya lagi.</p>
<p>Hari, bulan dan tahun pun berganti. Hsiau fei yang telah pindah tinggal di kota lain akhirnya berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses karena bermodalkan otaknya yang cemerlang. Selain memiliki mobil dan rumah yang mewah, dia juga telah berkeluarga dan memiliki tiga anak. Sementara ayahnya sudah pensiun dan semakin tua serta tinggal sendirian. Ayahnya selalu menanti kedatangan Hsiau fei sejak hari wisuda tersebut dengan satu harapan hanya untuk menyampaikan betapa kasihnya dia kepada Hsiau fei. Hsiau fei adakalanya juga rindu kepada ayahnya. Namun setiap kali mengingat kejadian hari wisuda tersebut, diapun menjadi marah kembali dan merasa sakit hati atas hadiah kitab dari ayahnya.</p>
<p>Sampai suatu hari, datanglah telegram dari tetangga ayahnya yang memberitahukan bahwa ayahnya telah meninggal dunia, dan sebelum meninggal dia telah meninggalkan surat wasiat kepada Hsiau fei dimana semua hartanya akan diwariskan kepadanya. Akhirnya Hsiau fei pulang untuk mengurus harta peningalan ayahnya.</p>
<p>Memasuki halaman rumahnya, timbullah rasa penyesalan yang menyebabkannya sedih sekali memikirkan sikap ketidaksabarannya, khususnya saat wisuda. Hsiau fei merasa sangat menyesal telah menolak ayahnya. Dengan langkah berat dia memasuki rumah dan satu per satu perabot diperhatikannya yang mengingatkannya akan semua kenangan indah tinggal bersama ayahnya. Dengan kunci wasiat yang diterimanya, dia membuka brankas besi ayahnya dan menemukan kitab Buddha Vacana dengan ukiran emas namanya, hadiah hari wisuda.</p>
<p>Dia mulai membuka halaman kitab tersebut dan menemukan tulisan ayahnya di halaman depan. “Dengan segala kejahatan yang telah kamu lakukan selama hidupmu, tetapi kamu tahu memberikan yang terbaik untuk anakmu, sungguh para Buddha dan Bodhisattva akan terguncang dengan perbuatanmu.” Tanpa disengaja, tiba-tiba dari sampul kitab tersebut jatuh sebuah kunci mobil BMW dan kwitansi pembelian mobil yang tanggalnya persis satu bulan sebelum hari wisuda Hsiau fei.</p>
<p>Hsiau fei terpaku tanpa bisa bersuara, berbagai perasaan menghinggapinya. Dengan sisa tenaga yang ada, Hsiau fei segera berlari ke garasi dan menemukan sebuah mobil BMW yang telah berlapiskan debu tetapi masih jelas bahwa mobil tersebut belum pernah disentuh sama sekali karena jok mobilnya masih terbungkus plastik. Di depan kemudi terpampang foto ayahnya yang tersenyum bangga. Tiba-tiba lemaslah seluruh tubuhnya, dan air matanya tanpa terasa mengalir terus tanpa dapat ditahannya… suatu penyesalan mendalam atas ketidaksabarannya sendiri…, suatu penyesalan yang tak mungkin berakhir.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teddywirawan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teddywirawan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teddywirawan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teddywirawan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teddywirawan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teddywirawan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teddywirawan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teddywirawan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teddywirawan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teddywirawan.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teddywirawan.wordpress.com&blog=3762352&post=271&subd=teddywirawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teddywirawan.wordpress.com/2009/02/03/kesabaran-kemurahan-hati-dan-kerelaan-untuk-memaafkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c5bbc782dc727875025976363870717?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Teddy Wirawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>