Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

PERILAKU KERJA PRESTATIF – Memiliki Kreatifitas Tinggi

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Agustus 14, 2009

Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing).

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Seseorang yang kreatif akan mampu untuk selalu melihat segala sesuatu dengan cara berbeda dan baru, yang biasanya tidak dilihat oleh orang lain.

Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu:
1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.
3. Menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan
lebih baik.

Menurut Zimmerer(1996:7), “creativity ideas often arise when entrepreuneurs look at something old and think something new or different”. Ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah nenciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing).

Rahasia kewirausahaan adalah dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi tiap hari (applying creativity and inovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face every day). Berinisiatif ialah mengerjakan sesuatu tanpa menunggu perintah. Kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi.

Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses berpikir kreatif dalam kewirausahaan, yaitu:
Tahap 1: Persiapan (Preparation) meletakan dasar pemikiran, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya.
Tahap 2: Penyelidikan (Investigation) melakukan penyelidikan terhadap hal-hal yang akan dikembangkan
Tahap 3: Transformasi (Transpormation) berkaitan dengan proses konversi/perubahan dari data sumber ke data tujuan.
Tahap 4: Penetasan (Incubation) mengeluarkan atau mendapatkan ide, gagasan baru, pemecahan masalah, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru dan lain-lain.
Tahap 5: Penerangan (Illumination) memberikan urain yang jelas pada persoalan yang ada sehingga menjadi semakin terang pokok persolan dan pemecahannya
Tahap 6: Pengujian (Verification) melakukan pengjuian kecil maupun besar dengan alat bantu uji statistik, matematik, historis, maupun diskriptif
Tahap 7: Implementasi (Implementation) mengimplementasikan semua yang telah diperoleh agar semakin menunjukkan hasil yang semakin baikdan sempurna.

Untuk menjadi kreatif, seseorang tidak dapat melakukannya begitu saja. Ada proses yang harus dilalui. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan.Tahap yang biasa dilalui dalam suatu kreativitas yaitu :
1. Menyelidiki (peluang) : proses mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan. Jika jawaban atas suatu pertanyaan telah didapat maka proses kreativitas sudah dimulai.
2. Menemukan (ide-ide) : proses melihat dan menilai berbagai teknik dan metode yang mungkin dapat membantu dalam menyelesaikan masalah, tanpa menggunakan cara berpikir yang traditional.
3. Memilih (ide yang paling berpeluang) : proses untuk mengidentifikasi dan memilih ide-ide yang paling mungkin untuk dilaksanakan.
4. Melaksanakan : bagaimana membuat suatu ide dapat diimplementasikan.

Sumber :
Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si

http://www.renijudhanto.com


DOWNLOAD MATERI

About these ads

6 Tanggapan to “PERILAKU KERJA PRESTATIF – Memiliki Kreatifitas Tinggi”

  1. yudi said

    nice post :-D

  2. Teddy Wirawan Trunodipo said

    terimakasih,
    silahkan dicopy bila menginginkan
    atau beritahu teman apabila membutuhkan artikel yang ada

  3. Dwi Prihanto said

    Trimakasih, saya sdh mengcopy sajian tsb.

  4. zakaria said

    saya mau tanyak klo definisinya kerja mawas itu apa ?
    terimakasih

  5. dimas PIKA said

    Pak saya mau tanya hambatan dari perilaku2 kerja tersebut apa yya ???.

  6. krn habatan perilaku itu adalah ?
    mw tahu makannya bljar ….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: