Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

PERILAKU KERJA PRESTATIF – Selalu Perspektif

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Agustus 10, 2009

Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23).

Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

Menurut Stephen Covey dalam bukunya “ first things first “ ada empat sisi potensi yang dimiliki manusia untuk maju yaitu:

1. self awarness atau sikap mawas diri;

2. conscience atau mempertajam suara hati;

3. independent will atau pandangan mandiri untuk bekal bertindak

4. creative imagination atau berpikir mengarah ke hal yang baik dan benar serta adaptasi yang tepat.

Perilaku kerja prestatif dapat dilihat dalam sikap-sikap berikut :

1. Kerja ikhlas. Kerja ikhlas adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh dan menghasilkan sesuatu yang baik serta dilandasi dengan hati yang tulus. Contoh yang dapat dilihat adalah seseorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas pasan namun tetap bekerja dengan baik melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata-mata merupakan pengabdian kepada pekerjannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.

2. Kerja mawas diri. Terhadap emosional kerja, mawas diri terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Contoh yang dapat dilihat adalah seorang pemimpin perusahaan, apabila di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarganya maka di tempat kerja apabila ada masalah dengan bawahannya yang telah membuat masalah yang merugikan perusahaan sebagai pimpinan yang bijaksana maka pimpinan tersebut harus dapat menguasai emosionalnya agar dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan perusahaan dalam memecahkan masalahnya sehingga tetap tercipta logika berfikir yang tetap rasional dan tidak emosional.

3. Kerja cerdas. Perilaku kerja cerdas ialah bahwa di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang, dan dapat mencari solusi persoalan yang ada dengan tepat dan benar sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan . Contoh dari perlaku kerja cerdas dalaha perulaku sikap pekerja cerdas dalam melakukan setiap pekerjaannya menggunakan teknologi yang tepat menggunakan konsep hitung-menghitung rumus matematika, memakai prosedur yang benar, meggunakan bahasa yang mudah dipahami, pandai bernegosiasi, berkomuikasi dan pandai pula mengelola informasi. Sebagai seorang wirausahan harus bisa mengutarakan pendapat, pikiran, ide, dan perasaanya melalui ucapan, kata-kata yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang enak didengar dan mudah dicerna sehingga materi yang telah diucapkan dapat dimengerti oleh lawan bicaranya.

4. Kerja keras. Arti kerja keras adalah bahwa dalam bekerja kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin di capai. Wirausahawan dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga semua itu dapat berarti. Mereka dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang – kadang tidak mengenal waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi.Dalam bekerja mereka penuh semangat dan berusaha kerja keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal. Contoh dari materi ini adalah Seorang penjual sayur – mayur yang menjual hasil kebunnya sendiri,setiap hari mereka berangkat pagi – pagi buta.meskipun cuaca masih gelap,kadang – kadang mereka membawa obor penerang jalan.sesampainya dikota atau dipasar dengan sabar mereka menawarkan daganganya sampai laku. Bahkan kadang – kadang sampai siang daganganya baru laku. Demikian seriap hari pekerjaan itu ditekuninya, namun mereka sangat bangga apabila memperoleh hasil untuk menghidupi keluarganya.

5. Kerja tuntas. Yang dimaksud dengan kerja tuntas yaitu bahwa di dalam bekerja kita mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha sampai selesai dengan maksimal. Contoh dari kerja tuntas adalah seorang pengusaha kecil yang membuka usaha warung misalnya,bekerja dengan mulai mengorganisasikan usahanya dengan baik.Mulai dari membuat sarana warung, alat yang dibubuhkan, perlengkapan warung,mengisi barang dagangan, sampai memprediksi kemungkinan kerugian dan keuntungan, sehingga pekerjaan yang direncanakan bisa betul –betul tuntas dan sempurna.

Sumber :

Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si

http://arenancommunty.blogspot.com

http://talent4you.wordpress.com


DOWNLOAD MATERI

About these ads

Satu Tanggapan to “PERILAKU KERJA PRESTATIF – Selalu Perspektif”

  1. Ezra said

    It’s remarkable for me to have a web site, which is valuable in support of my know-how. thanks admin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: