Wirawan Trunodipo

Just Another Words for Press

PERILAKU KERJA PRESTATIF – Motif Berprestasi Tinggi

Posted by Teddy Wirawan Trunodipo pada Agustus 6, 2009

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003 : 33-34)

  1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
  3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
  4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
  5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah.

Motivasi (Motivation) berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti to move atau menggerakkan, (Steers and Porter, 1991:5), sedangkan Suriasumantri (hal.92) berpendapat, motivasi merupakan dorongan, hasrat, atau kebutuhan seseorang. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai tujuan. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang. Secara umum motif sama dengan drive. Beck (1990: 19), berdasarkan pendekatan regulatoris, menyatakan “drive” sama seperti sebuah kendaraan yang mempunyai suatu mekanisme untuk membawa dan mengarahkan perilaku seseorang.

Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan akan rasa sosial (social needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs).

Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu:
1. Faktor “Pendorong”

  • Kebersihan
  • Pengakuan
  • Kreativitas
  • Tanggung Jawab

2. Faktor “Pemelihara”

  • Lingkungan kerja
  • Insentif kerja
  • Hubungan Kerja
  • Keselamatan kerja

Sejalan dengan itu, berdasarkan teori atribusi Weiner (Gredler, 1991: 452) ada dua lokus penyebab seseorang berhasil atau berprestasi.
1. Lokus penyebab instrinsik mencakup : kemampuan, usaha, dan suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan.
2. Lokus penyebab ekstrinsik meliputi : sukar tidaknya tugas, nasib baik (keberuntungan), dan pertolongan orang lain.

Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu (1) mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan (2) meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan (McClelland, 1976: 74-75). Perilaku kerja prestatif – Motif Berprestasi Tinggi dapat dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun dari lingkungan masyarakt hal itu merupakan salah satu kemampuan manusia yang dapat memberi kepuasan dan keberhasilan dalam hidup sehingga manusia dapat mengktualisasikan dirinya ke dalam lingkungan dimana dia berada.

Namun, Travers (1982:435) mengatakan bahwa ada dua kategori penting dalam motivasi berprestasi, yaitu mengharapkan akan sukses dan takut akan kegagalan. Uraian di atas menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada dua indikator dalam motivasi berprestasi (tinggi), yaitu kemampuan dan usaha. Namun, bila dibandingkan dengan atribusi intrinsik dari Wainer, ada tiga indikator motivasi berprestasi tinggi yaitu: kemampuan, usaha, dan suasana hati (kesehatan). Berdasarkan uraian di atas, hakikat motivasi berprestasi dalam penelitian ini adalah rangsangan-rangsangan atau daya dorong yang ada dalam diri yang mendasari kita untuk belajar dan berupaya mencapai prestasi belajar yang diharapkan.

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang presentatif dan mampu bersaing serta mampu bertahan dalam segala kondisi maka diperlukan sumber daya manusia yang dilengkapi dengan motivasi yang tinggi dan harus di bekali dengan hal-hal sebagai berikut :

  1. Penguasaan diri dalam bentuk penuh inisiatif dapat dipercaya prestarif dapat menemukan dan memecahkan masalah dan mengambil keputusan tepat.
  2. Terampil dalam memanfaatkan kesempatan dan menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan keadaan yang cepat berubah ubah.

Maka dari itu calon wirausahaan harus memiliki sikap sebagai berikut:

  1. Membentuk sikap yang dapat bersifat teknis.
  2. Membentuk sikap yang mempunyuai kompetensi keahlian kejuruan sesuai bidang garapannya .
  3. Membentuk sikap yang prestatif selalu ingin maju

Materi Pelajaran Kewirausahaan ini diterbitkan oleh Teddy Wirawan Trunodipo dalam blog dengan mengambil dari sumber yang tercantum di daftar pustaka.

Sumber :
Abraham Maslow, Motivasi dan Kepribadian
Gibson, Perilaku Organisasi
Modul Kewirausahaan SMK ditulis oleh Dr. Suryana, M.Si

http://arenancommunty.blogspot.com

DOWNLOAD ARTIKEL

About these ads

2 Tanggapan to “PERILAKU KERJA PRESTATIF – Motif Berprestasi Tinggi”

  1. puspa said

    aq msih bngung apa sii jawaban dri pertnyaan q ini ..
    1. apakah yang diperlukan untuk mempersiapkan sumber daya yang prestatif ?

  2. Hal-hal yang diperlukan untuk mempersiapkan sumberdaya yang prestatif adalah,
    1. sarana dan prasarana untuk meningkatkan keterampilan yang tinggi
    2. pelatihan soft skill yang dapat membangun kecerdasan
    3. dorongan motivasi dari internal maupun eksternal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: