Teddy Wirawan

Just Another Words for Press

C A H A Y A

Ditulis oleh Teddy Wirawan Trunodipo di/pada Juli 2, 2008

kadang aku bertanya ;

di mana cahaya terang memancar?

lelah mata ini melihat dalam remang-remang

tidak ada yang jelas

dan selalu mencari kepastian

kalau boleh, aku diberi cahaya

supaya aku bisa mengenal cinta ,

yang begitu indah

yang penuh tawa dan suka

yang penuh bahagia

yang diliputi harapan pasti

yang sama indahnya ketika orang bercerita padaku

di manakah cahaya itu ?

mataku makin lelah melihat

keburaman selalu yang ku lihat

mungkinkah aku bisa memastikan

antara yang baik dan buruk ?

cahaya ,

di manakah kau cahaya ?

T. Wirawan Trunodipo

Kopeng, 12 Januari 2007

Semarang, 4 Juni 2008

5 Tanggapan ke “C A H A Y A”

  1. swastitika berkata

    haii……..

  2. finiera berkata

    ku merasa tersandung…..

  3. teddywirawan berkata

    mengapa tersandung?

    dalam remang-remang masih ada cahaya
    dan matapun masih bisa melihat

    hanya kurang jelas

  4. Prastowo berkata

    mas, dalam remang-remang bisa juga tersandung
    lha……..yang tersandung itu apanya: badannya, hatinya, atau cintanya;

    jangan-jangan malah kecemburuannya

  5. justie berkata

    cahaya selalu kita butuhkan ketika kita tidak dapat melihat dengan jelas atas sebuah persoalan karena dengan cahaya kita dapat menemukan inti persoalan tersebut

    cahaya dapat bermanfaat untuk menghangatkan diri yang sedang kedinginan

    salam kenal dari saya

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>